tjahan lawan ia lalu mentjoba untuk membenturkan sendjata satu dengan lain. Goloknja besar dan berat, ia harap bisa membikin pedang terlempar mental.
Houyan Pa benar lintjah. Setiap kali ia selamatkan pedangnja. Setelah ketahui maksud musuh, ia djuga mentjoba membuat pembalasan. Satu kali, ia mendesak. Mulanja ia menikam kearah tenggorokan dengan tipu silatnja,,Pek wan hian ko" atau,,Kera putih mempersembahkan buah". Setelah Thian Hioe menutup diri, ia menjerang pula dengan Burung ho membersihkan bulu". Selekas lawannja menangkis, ia ulangi serangannja dengan,,Menjingkap rumput mentjari ular". Kali ini sambil mendek ia membabat kearah kedua kaki.
Thian Hioe repot dengan desakan itu, maka djuga, atas serangan jang ketiga kali ini, ia terpaksa berlompat tinggi dan djauh, sampai enam-tudjuh kaki, Ketika ia memutar tubuh, untuk memandang lawannja, ia dapatkan lawan itu tidak merangsek lebih djauh, hanja sambil bersenjum, dia mengawasi.
Ban-lie-peng mendjadi panas hati. Sambil berseru, ia madju menjerang. Oleh karena terdorong kemurkaan, ia mentjoba memperlihatkan ilmu goloknja jang dinamakan „Ban Seng Too-hoat” atau „Selaksa kali menang”. Berulang kali gelang goloknja itu berbunji njaring, dan sinar goloknja seperti mengurung musuh.
Houyan Pa dapat menerka maksud lawannja, Ia tidak berani berlaku alpa. Ia pun tundjukkan kelintjahannja, untuk mengimbangi sikap lawannja itu. Maka lintjahlah gerak'annja, dibarengi sama memainnja pedangnja jang djuga saban membalas mentjari lowongan.
Dengan tjepat tigapuluh djurus sudah lewat, kedua pihak masih bertempur terus.
Begitu djuga dengan Houyan Pioe, jang djadi dikepung dua musuh.
Ketjuali bentrokan sendjata, sunji-senjaplah djalanan didalam lembah jang sempit itu, karena dua rombongan itu berkelahi dengan mulut bungkam, dan rombongan Kok Ban Tjiong menonton dengan kekaguman dan kewaspadaan.
Tjian Tjeng Loen mendjadi serba salah. Beberapa kali ia hendak membantu dengan menggunakan peluru apinja, tapi selalu niat itu mesti ditangguhkan. Ia djeri terhadap tukang tembak musuh, Ia
137