mereka itu diajak makan bersama atau tidak ikut sertakan mengikuti acara kaipian, bagi anggota masyarakat pendukungnya hal tersebut tidak ditolak karena sudah merupakan sesuatu kebiasaan yang berlaku. Mungkin bagi orang luar yang tidak mengetahuinya akan menolak (malu), akan tetapi oleh pihak yang berkepentingan (tuan rumah) akan berusaha sedapat mungkin jangan sampai ditolak ajakan tersebut.
7. Persiapan dan Perlengkapan Upacara
Ketika padi diselidiki sudah tiba saatnya untuk dipanen, maka orang yang bersangkutan (pemilik) langsung menyebar luaskan pada keluarga/kerabatnya baik dari pihak lelaki maupun wanita. Untuk itu sipemilik sudah mengetahui siapa di antara kerabatnya yang dianggap tertua (tua in taranak).
Si yang tertua itu pertama-tama dihubungi karena orang tersebut yang bakal memimpin upacara. Bila ia menolak atau sesuatu halangan (sakit), maka pemilik langsung menghubungi orang lain sebagaimana telah dikemukakan di bagian depan.
Setelah selesai dengan pekerjaan tersebut, maka dimintakanlal1 suatu pertemuan keluarga dengan maksud membicarakan persiapan dan perlengkapan upacara, hari pelaksanaannya. Pertemuan diadakan sebagaimana kebiasaan yaitu sehari sesudah pemberitahuan akan diadakan upacara kaipian.
Pada umumnya yang dibicarakan di dalam pertemuan keluarga adalah: Persia pan pengerahan tenaga yang bakal bertugas di sawah/ ladang, mereka yang bertugas di rumah. Mereka yang bertugas di sawah/ladang dan di rumah diatur oleh pemimpin upacara. Bagi mereka yang bertugas ke sawah/ladang dilengkapi dengan alat-alat keperluan yang bakal digunakan. Alat-alat itu ialah: sabit, ani-ani, tikar, nyiru bakul dan karung; sedangkan untuk persiapan yang dibutuhkan pemimpin upacara adalah seperangkat sirih pinang.
Persiapan dan perlengkapan di rumah selain tenaga yang dikerahkan juga alat-alat/materi yang dibutuhkan sudah diperhitungkan oleh keluarga. Persiapan dan perlengkapan tersebut umumnya berkisar pada pengerahan tenaga untuk menjemur dan menumbuk padi, tenaga yang diperlukan untuk masak-memasak dan bahan-bahan/ramuan yang digunakan pemimpin upacara untuk sesaji.66