Lompat ke isi

Halaman:Upacara tradisional yang berkaitan dengan peristiwa alam dan kepercayaan daerah Sulawesi Utara.pdf/63

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

1.10. Lambang-Iambang atau Makna yang Terkandung Dalam Unsur-Unsur Upacara

Biasanya makan dan minuman sebelum dicicipi oleh manusia setiap keluarga sudah mengambil sebagian kecil dari makanan/minuman tersebut sebagai bahan sajian untuk dewa/dewi yang dalam bahasa Minahasa dikenal dengan istilah opo. Maksudnya diusahakan agar semua makanan/minuman sebelum dicicipi manusia, prioritas mencicipi dahulu adalah opo-opo. Mereka dianggap masyarakat pemberi rezeki, penjaga, pelindung sehingga wajiblah semua penghasilan di bidang pertanian mereka yang lebih dahulu mencicipinya. Tambahan pula menjaga jangan sampai mereka itu marah disebabkan tidak dihiraukan berupa tidak diberi sesaji, sehingga bakal mendatangkan gangguan dalam pertanian.

Sebagai bukti anggapan masyarakat opo itu marah karena tidak diberi sesaji adalah makanan yang biasanya tahan lama (sehari atau 2 hari) ternyata sudah dalam keadaan basi. Contoh: Nasi yang ditanak pagi hari biasanya masih dapat dimakan, diwaktu malam malahan besoknya masih dapat dimakan. Akan tetapi ternyata hanya beberapa jam saja nasi yang ditanak tersebut sudah dalam keadaan basi atau tidak dapat dimakan lagi. Hal ini menandakan bahwa nasi tersebut sudah dipegang-pegang oleh opo sehingga akibatnya basi. Bila opo-opo itu sudah disediakan khusus makanan/minuman mereka dalam bentuk sajian, maka menurut "anggapan bahwa opo-opo bakal tidak akan mengganggu makanan/minuman yang bakal dicicipi oleh manusia.

Sungguhpun agama Kristen sudah masyarakat melarang setiap keluarga memberi sajian karena dianggap memelihara setan, akan tetapi sebagian besar masyarakat masih melaksanakannya dalam bentuk diam-diam di rumahnya masing-masing. Oleh pihak agama cara menyediakan sajian dialihkan ke gereja dalam bentuk syukuran. Maksudnya bahan-bahan yang dibawa oleh setiap keluarga di gereja dianggap sebagai korban syukur pada Tuhan.

Adapun sajian yang biasanya disediakan baik berupa makanan maupun minuman adalah sebagian kecil saja. Maksudnya semua makanan yang disediakan setiap rumah tangga masing-masing diambil sedikit lalu ditetapkan dalam tempat yang sudah disediakan. Biasanya tempat itu berupa sebuah nyiru, piring yang di alas oleh daun pisang. Di atas nyiru/piring antara lain diletakkan sesendok nasi, ikan/daging sepenggal kue-kue beberapa buah, air/nira atau minuman lainnya semangkok/segelas, dan lain-lain. Selain dari makan yang

59