Upacara di gereja di sore hari acara doanya hanya berupa sambutan-sambutan nyanyian-nyanyian dan dibuka dengan doa pembukaan oleh pendeta yang diiringi pembacaan ayat-ayat Kitab Suci. Acara doa hanya singkat dibandingkan di pagi hari. Setelah selesai acara tersebut pimpinan agama mulai mencatat bahan-bahan yang disumbangkan. Bahan-bahan tersebut ada yang akan disuguhkan (yang masak) untuk dicicipi bersama dan yang lain akan dilelang. Juru lelang diambil dari beberapa orang pimpinan agama. Tempat pelelangan dilakukan di halaman gereja. Sebelum acara pelelangan dilaksanakan, orang-orang yang hadir diberikan kesempatan untuk melihat-lihat bahan-bahan yang bakal dilelang.
Semua hasil pelelangan dijadikan uang kas gereja untuk pembangunan dan honor dari pimpinan. Setelah selesai acara pelelangan, yang hadir belum diperkenankan pulang disebabkan masih ada acara lanjutan. Acara ini sudah tidak ada hubungannya dengan acara keagamaan (Kristen) melainkan berupa acara tarian dan nyanyian tradisional yang erat hubungannya dengan pengucapan syukur. Acara inilah yang masih ada di kalangan masyarakat sebagai bagian dari upacara tradisional dahulu di saat pengucapan syukur dilaksanakan.
Tarian yang dipertunjukkan adalah tarian maengket makamberu dan tarian tradisional lainnya. Tarian maengket makamberu ini terutama yang dipertunjukkan disebabkan tarian ini erat hubungannya dengan pengucapan syukur. Pada umumnya irama yang dinyanyikan dalam tarian tidak lain adalah berupa permohonan bagi dewa/pencipta (tuan dan dewi padi) agar limpahkan penghasilan mereka nanti dan juga agar tanaman mereka terhindar dari bencana/kerusakan, dan lain-lain. Sedangkan tariannya berupa peragaan mulai dari menabur bibit sampai dengan panen. Salah satu jenis nyanyian maengket makamberu (dari sekian banyak versi) yang sempat dicatat pada informan adalah.
Muntu-untu lingkan bene,
Sawur wene,
Se wene manaroinsong, sumambu reirei e wene,
owei.
Artinya:
Dewi padi Muntu-un tu Lingkan bene,
pemberi padi
saat ini kami sudah sediakan wadah, agar padi jatuh ke situ ,
sekian.
56