Lompat ke isi

Halaman:Upacara tradisional yang berkaitan dengan peristiwa alam dan kepercayaan daerah Sulawesi Utara.pdf/59

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

lalampa (lemper), pepang (beras dan gula aren dicampur) kemudian dibakar, kinoko (ketupat), bobengka (dibuat dari tepung beras biasa/ ketan dicampur dengan gula aren dan kelapa parut lalu dikukus), dan lain-lain.

Persediaan makanan, minuman dan kue-kue di masa sekarang selain apa yang dikemukakan di atas, masyarakat sudah menyediakan beberapa jenis makanan buatan Barat, Cina, antara lain apa yang disebut pastei bistik, smor, minuman bir, wiski, coca cola, 7-Up, Sprit susu dan lain-lain, sedangkan kue-kue antara lain: taart, puding dan lain-lain.

Pada umumnya di saat pengucapan syukur setelah acara gereja pagi, orang sibuk keluar masuk rumah baik mereka berasal dari daerah tersebut maupun yang datang dari luar (tamu). Sudah menjadi kebiasaan setiap keluarga di saat itu seakan-akan berebut memanggil orang terutama tamu untuk datang mencicipi makanan, minuman dan minuman yang disediakan mereka. Malahan tamu-tamu yang akan pulang tidak luput disediakan ole-ole berupa bungkusan makanan /kue-kue.

Dapat dikatakan acara syukuran di tengah hari sampai dengan malam adalah acara · pesta makan-minum bagi masyarakat bersangkutan sehingga di saat itu tanpa sadar selalu terdapat orang-orang yang mabuk. Sungguhpun di sore hari (pukul 14.00) mengikuti acara tersebut (berhubung dengan kedatangan tamu) tetapi melayani tamu-tamu. Pada umumnya setiap keluarga yang kedatangan tamu , untuk acara gereja di sore hari sudah mengirimkan wakilnya. Biasanya yang menjadi wakil adalah orang-orang tua sedangkan kaum muda menjamu tamu.

Upacara di gereja sudah akan dimulai, ketika terdengar bunyi lonceng gereja yang dipalu sebelum pukul 14.00. Bunyi itu menandakan jemaat disuruh berkumpul lagi untuk mengikuti upacara selanjutnya.


Mereka ke gereja membawa hasil pertanian baik yang masih berbentuk belum dimasak, maupun sudah dimasak (makanan dan kue-kue). Bagi mereka yang sudah membawanya di pagi hari sudah tentu mereka itu tidak membawa lagi. Selain bahan-bahan tersebut, ada juga sumbangan berupa uang.

Semua bahan (benda dan uang) yang dibawa ke gereja atau diangkut ke gereja adalah merupakan sumbangan sebagai tanda syukur dari jemaat yang berkepentingan.

55