Masyarakat setempat setelah mengetahui dan mendengar langsung bahwa saat atau tanggal pelaksanaan pungutan itu sudah resmi, maka hal tersebut mulai disebarkan ke mana-mana di luar daerah dengan tujuan bahwa berita itu sudah merupakan undangan. Semua kenalan sanak-saudara mereka yang bermukim di daerah lain dikabarkan dan mengharapkan kehadiran mereka itu.
Dari sekian macam minuman, makanan dan kue-kue yang disediakan disaat pengucapan syukur terdapat jenis-jenis yang merupakan keharusan sebagai bahan persiapan/perlengkapan dari masyarakat setempat. Pada umumnya bagi setiap keluarga masih merasakan belum sempurna atau belum lengkap bilamana di dalam upacara pungutan tidak terdapat bahan-bahan tradisional secara lengkap. Bahan-bahan perlengkapan tersebut antara lain untuk bahan minuman yang dianggap perlengkapan upacara tradisional adalah captikus (sering pula disebut sopi) dan saguer (nira), sedangkan untuk bahan makanan tradisional ialah: nasi bungkus (nielus), kinokok (ketupat), tinorasak (daging babi yang diisi /dimasak di dalam bambu), pangi (daun yang dijadikan semacam sayur dimasak dalam bambu yang dicampur dengan daging babi), kotei batang pisang muda yang diiris-iris dicampur dengan daging babi dan bumbu-bumbu masakan (dimasak dalam bambu), posana (daging babi yang dibungkus dengan daun pangi dan dimasak dalam bambu), lutu (hati babi 3/babi hutan yang dicampur dengan darah bersama daun pakis (paku) dan dimasak dalam bambu) dan lain-lain yang kurang pen ting. Untuk bahan perlengkapan berupa kue-kue tradisional antara lain : nasijaha (buluh lemang), cucur (dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula aren lalu digoreng), kelapa (kue Betawi dibuat dari tepung beras ketan ), bobengka (semacam kue bolu yang besarnya seperti tart dibuat dari tepung beras, kelapa dan gula aren), onde-onde, kokole (dibuat dari tepung jagung, santan dan gula aren), bepang (dibuat dari beras dan gula aren) dan lain-lain.
Kalau melihat pada masa sekarang ini upacara pungutan tidak hanya diketemukan kue-kue, makanan dan minuman sebagaimana tersebut di atas, melainkan sudah banyak kue-kue, makanan dan minuman yang lain disediakan oleh masyarakat setempat yang tidak termasuk jenis bahan tradisional.47