berpenghuni. Di sana arus air yang ada di pantai/tanjung tersebut begitu deras dan kuat. Ini dimaksudkan agar perahu yang memuat setart-setan pembawa wabah penyakit cepat berlalu mengikuti arus sehingga tidak bisa kembali ke kampung penduduk.
2.5. Penyelenggaraan tehnis upacara Sebagai penyelenggara tehnis pada upacara ini adalah orang-orang tua yang cukup berpengalaman dalam pelaksanaan upacara-upacara adat (seperti: tua-tua adat, penasehat kampung dan sebagainya). Penunjukkan ini selalu .didasarkan atas tingkat golongan dalam masyarakat misalnya benari-benar keturunan leluhur desa. Cukup berpengalaman dalam hal keadatan, atau paling kurang merupakan cucu kandung dari orang yang biasa memegang acara tradisional. Sebab apabila orang yang memimpin tidak cukup pengalaman bisa-bisa penyakit yang ada atau lebih hebat dari sebelumnya. Adapun orang-orang yang memimpin acara ini terdiri dari:
| Ampuang | : | Seorang laki-laki sebagai pemimpin upacara (penasehat di kampung atau tua-tu'a adat). |
| Sawohi | : | Sebagai pembantu .ampuang adalah seorang yang benar-benar banyak mengetahui tentang adat tradisional di daerah yang mempunyai pengalaman yang cukup dan menjadi keturunan asli leluhur daerah. |
| Sadaha | : | Seorang lelaki yang ditunjuk untuk membantu Sawohi dalam menyiapkan hal-hal yang diperlukan pada upacara. |
Penunjukkan ini seperti yang terdapat pada Ampuang dan Sawahi. Hanya tingkat kedudukannya dilihat dari pada hubungan kekeluargaan (keluarga dekat usul keluarga atau saudara lelaki/sepupu dari pada Ampuang atau Sawohi). - Kawam a Morehe = seluruh masyarakat.
2.6. Pihak-pihak Yang Terlibat Dalam Upacara
Selain Ampuang, Sawahi, Sadaha serta Kawama Morehe, hadir pula pemerintah setempat serta petugas dari Dinas Kebudayaan serta undangan lainnya.
2.7. Persiapan dan Penyelenggaraan Upacara
34