yang mula-mula di Tanawangko (kecamatan Tombariri), disusul oleh Pastor Klas Polamino dan P. Poega (1619) mengadakan penyebaran agama di Manado, Kali, Kakaskasen, Tomohon, Saroinson, Tondano dan Kema.
Pada tahun 1675 seorang pendeta bangsa Belanda bernama Montanus dari Protestant mengadakan penginjilan di Minahasa. Menyusul kemudian yaitu pada tahun 1831 dua orang pendeta berkebangsaan Jerman mengadakan penginjilan di Minahasa. Kedua pendeta itu bernama J.G. Schwarsz dan J.C. Riedel. Kedua pendeta tersebut secara intensif mengadakan penginjilan di berbagai pelosok Minahasa sehingga mereka itu masih diketahui oleh penduduk Minahasa hingga kini. Tampaknya mereka itu bukan saja menyebarkan Injil di Minahasa akan tetapi juga mempelajari suku bangsa Minahasa dari berbagai aspek kehidupan dan malahan Injil yang mereka sebarkan telah diterjemahkan dalam bahasa daerah Minahasa; ini berarti kedua pendeta tersebut telah mempelajari bahasa daerah Minahasa dan mahir menggunakannya. Di dalam perhitungan lamanya penyebaran agama Kristen Protestan di Minahasa atau untuk mengingatkan ulang tahunnya dihitung dengan masuknya ke dua pendeta itu di Minahasa.
Pengaruh dua aliran agama (sekte) Katolik dan Protestant terhada penduduk Minahasa sangat kuat hingga masa sekarang ini. Ke dua aliran itu bukan hanya menyebarkan agama juga mendirikan sekolah-sekolah, rumah sakit dan balai-balai pengobatan di berbagai pelosok Minahasa.
Berkuasanya bangsa Belanda di Minahasa, mengakibatkan pula unsur-unsur kebudayaan Belanda diperkenalkan pada penduduk antara lain: bahasa, cara berpakaian, pakaian, sistem pemerintahan, sistem pengetahuan, peralatan, pengangkutan, dan lain-lain.
Adapun orang-orang barat (Spanyol, Belanda, Jerman, dan lain-lain) yang datang di Minahasa sebagaimana dikemukakan di atas, bukan hanya memasukkan unsur-unsur kebudayaan pada penduduk setempat, juga di antara mereka ada yang saling berasimilasi (kawin) sehingga di Minahasa terdapat orang-orang keturunan barat yang biasa disebut penduduk dengan istilah Indo atau borgo. Umumnya keturunan mereka itu banyak diketemukan di pesisir pantai dekat pelabuhan-pelabuhan.
Agama Islam masuk di Minahasa mulai abad ke-19 yaitu masuknya dari Ternate, dari Jawa, Gorontalo, dan lain-lain, dan mem bawa unsur kebudayaan Islam.
18