Angus) luasnya 4.446 Ha; Cagar Alam Gunung Lokon (100 Ha), Cagar Alam Gunung Dua Sudara/sekitar Klabat (4.299 Ha), dan Suaka Margasatwa Manembo-nenbo (6.500 Ha).
Sesuai dari data Sub Direktorat Tata Guna Tanah Propinsi Sulawesi Utara (1974), diketahui bahwa di Minahasa terdapat enam jenis tanah yang utama yaitu: jenis tanah aluvial, regosol, andosol, latosol, podsolik, dan renzina. Tanah jensi latosol wilayahnya paling luas, diikuti oleh jenis tanah podsolik, aiuvial, andosol, regosol, dan akhir rendzina. Tanah jenis latosol ini membentuk relief-relief vulkan, hanya sedikit terdapat dataran. Jenis ini diketemukan di kecamatan Menado. Selatan, Pineleng, Tomohon, Tombariri, Airmadidi, Kakas, Eris, Kombi, Ratahan, Tareran, Sander, Tenga, Mototing, Tompaso Baru Dimembe dan Weri.
Tanah jenis podsolik banyak diketemukan di dataran dan lembah-lembah terutama diketemukan di kecamatan Likupang, sedangkan jenis aluvial yang merupakan pembentuk relief-relief datar, sebagian besar terdapat di lembah-lembah sungai besar, dataran-dataran tepi pantai dan bekas-bekas genangan air yang luas, diketemukan di daerah kecamatan Menado Utara, Likupang, Wori, Tombasian, Tenga, Tompaso Baru, Belang, Tondano. Untuk jenis andosol terdapat di kecamatan Tomohon, Kawangkoan, Tompaso, Langowan, dan Modoinding. Tanah jenis regosol dijumpai di sekitar kompleks gunung Klabat, Duasudara, dan Soputan. Jenis ini pula terdapat (sebagian kecil) di kota Bitung, kecamatan Dimembe, Airmadidi, Langowan, Tombasian, Tombatu, dan Tumpaan. Di Kecamatan Belang dijumpai jenis rendzina di atas hamparan batu kapur.
Daerah-daerah pemukiman penduduk Minahasa sebagian besar berada di desa-desa yang biasa disebut oleh penduduk dengan istilah kampung atau wanua/banua dalam bahasa daerahnya.
Pola perkampungan penduduk baik mereka yang bermukim di kota maupun desa, di dataran tinggi maupun rendah, pada umumnya mengelompok padat, dan sifatnya menetap. Bangunan-bangunan berupa perumahan penduduk dan bangunan lainnya (sekolah, gereja, dan lain-lain) relatif menghadapi jalanan baik yang letaknya di sebelah kiri jalan maupun sebelah kanannya.
Bentuk rumah di masa sekarang ini heterogen dalam arti ada rumah yang dibuat dari batu, ada campuran batu dan kayu, ada yang kayu melulu, ada dari campuran kayu dan bambu dan ada dari bambu melulu. Demikian pula atap rumah yang digunakan bermacam-macam; ada yang dari seng, ada atap rumbia, ada yang dibuat dari alang-alang, ada yang dibuat dari daun bobo (semacam alang-alang),
15