begitu sadja ditangkapnja dari udara. Tjuma pentjurian terhadap permata njonja Browne jang ditjeritakan Lynch dengan sesungguhnja.
Meski begitu tjerita ini didengarkan Cassel dengan penuh minat. Dan begitu Lynch mengachiri otjehannja, muntjullah seorang Negro suruhan Kapten Boughlin.
„Kapten Boughlin minta agar kedua orang ini membantu pekerdjaan saja", sahut orang Negro itu. „Dan setelah selesai mereka harus saja antarkan kerumah Aquelo. Mereka akan tinggal disana".
„Baiklah Jason, mereka akan segera berangkat", angguk Majoor Cassel singkat, kemudian memberi isjarat kepada Lynch dan Deane agar mereka mengikuti orang Negro itu.
★
XVII HARI sudah djauh siang, sedangkan matahari membakar dengan panasnja. Dibawah pengawasan Jason, kedua orang itu bekerdja menjiangi rerumputan pada sepetak ladang jang letaknja tidak djauh dari villa Major Cassel. Sesekali kedua bersahabat itu saling memandang, tapi panas jang membara menjebabkan mereka djadi segan untuk ber-tjakap². Tjuma senjum masam kadang² terlintas dibibir mereka.
Dan disaat itulah Deane jang berdjongkok tidak djauh dari Lynch melompat dikedjutkan oleh seekor ular ketjil jang merajap disela-sela rerumputan. Namun Lynch tampak tidak gugup. Didekat nja ular itu, dan sekali renggut sadja dia memegang ular itu tepat didekat kepalanja. Tangan kirinja mengambil saputangan dari dalam sakunja dan tanpa menghiraukan Deane jang melongo keheranan, dibungkusnja siular dengan saputangannja itu.
„Akan kau apakah binatang itu?" tanja Deane, jang didjawab Lynch dengan senjuman.
„Pernah kau dengar bahwa ular sematjam ini kadang² bisa digunakan pula sebagai sendjata ampuh?"
„Ja, tapi kau mau apa?"
„Kau djangan lupa Robby, bahwa kita sedang menghadapi lawan jang terdiri dari orang² jang tidak kenal belaskasihan.