liaran tidak djauh dari sana.
Achirnja mereka sampai pada suatu tempat persembunjian jang djaraknja kira² limapuluh langkah sadja dari kediaman Cassel. Djalan satu²nja untuk mentjapai rumah itu ialah dengan melewati sebuah lapangan rumput jang terbentang disekitarnja. Dan inipun berhasil mereka lalui, kendati dengan susah pajah dan merunduk-runduk.
Untuk beberapa saat keduanja berpandangan ketika diketahuinja bahwa bungalow itu ternjata sudah tidak berpenghuni lagi. Hampir setiap bilik jang mereka masuki dalam keadaan lengang. Tjuma koleksi sendjata kuno dan peta² lainnja masih tampak bergantungan didinding, sedangkan alat2 lainnja lagi sudah lenjap.
Didekat medja hias Lynch tertegun.
„Kalau melihat keadaannja, seolah-olah keluarga Cassel ini berangkat dengan suka rela tapi tanpa persiapan² sebelumnja".
Beberapa kali mereka memeriksa bilik2 itu. Sepatu tinggi kepunjaan Georgia jang pernah mereka lihat ditempatnja ternjata sudah tidak ada lagi. Demikian pula sikat gigi, handuk jang biasa terletak dimedja-riasnja.
„Soalnja sekarang, kemanakah mereka bepergian itu", tanja Lynch lagi seolah-olah pada dirinja sendiri. Sesaat mereka berpandangan tanpa berkata-kata.
„Tapi Bert, aku punja satu idee......... kau tentu masih ingat bagaimana Cassel menaruh minat sebesar-besarnja waktu kita bitjara² tentang perahu bermotor".
„Ja. Lantas? Apakah kau menduga bahwa mereka itu melarikan diri?"
Deane menggeleng. „Tidak, kukira mereka tak perlu lari karena mereka tak pernah atau tak akan menganggap dirinja sebagai tawanan, Cassel datang disini setjara sukarela dan tjukup merasa betah. Sebab itu aku tjuma punja kesan, bahwa sekarang dia terpaksa harus pergi dari sini, semata-mata karena mengingat hari depan Georgia sadja". Dan terusterang sadja, aku merasa seolah-olah bahwa didalam bilik ini harus ada sesuatu benda jang menurut Cassel ada hubungannja dengan motorboot. Lihat sadja, bilik ini kelihatannja. luarbiasa sekali, penuh dengan barang² aneh, peti² antik, bermatjam-
120