Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/113

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

Setelah memasukkan surat itu kedalam sampul dia mengambil sehelai kertas lainnja dan mulai menulis lagi. Tapi sebelumnja dia berpaling dulu pada Deane jang masih berdiri dibelakangnja.

„Maaf Robby, sementara kau djangan batja dulu surat ini", katanja. Dan Deane jang mengerti bahwa Lynch masih perlu merahsiakan surat itu segera undur.

„Anda tahu djam berapa Inspektur Lenley kembali dari bepergiannja?" tanjanja kemudian pada seorang petugas.

„Kira² djam tudjuh".

„Terima kasih", djawab Lynch lagi jang kemudian berpaling pada Deane.

„Djadi kita masih ada waktu untuk makan dulu. Marilah Robby, kita perlu bahanbakar jang tjukup karena tugas jang kita hadapi malam ini tjukup berat!"

Ketika mereka kembali dikantor pulisi itu, Inspektur Lenley sudah lama kembali dan segera menemui kedua tamunja.

„Saja punja dugaan keras bahwa langkah2 saja disini terus diikuti", kata Lynch pada Inspektur itu. „Sebab itu saja telah minta agar Meah datang mendjumpai saja untuk sekedar bitjara². Dapatkah anda menjampaikan surat ini pada dia?"

Sekalipun dengan agak heran, Lenley mengangguk. „Ja tentu sadja. Seorang anakbuah saja dalam perdjalanan pulangnja nanti akan lewat dirumah Sutter".

„Terima kasih. Dan inspektur, maafkan kalau kundjungan saja ini singkat sekali, karena sekarang djuga kami harus pergi lagi".

Sekali lagi Inspektur Lenley termangu-mangu dan mengantarkan kedua tamunja itu sampai diambang pintu.

„Sekarang kemana lagi?" tanja Deane setelah mereka berada diluar.

„Kita mulai kerdja", bisik Lynch. „Kau pergi kebukit Lavertille dan tunggu dibawah. Tegasnja, sementara aku dan Meah berada diatas kau harus mendjaga agar djangan seorangpun mengganggu kami".

Dengan anggukan ketjil Robert Deane berdjalan menudju bukit Lavertille, sebuah bukit ketjil diperbatasan kota, dan menunggu disana. Hampir² hilang kesabarannja ketika sebuah limousine hitam berhenti dikaki bukit itu dan tampak-

113