Dia menjambut topi kedua tamunja itu dan langsung membawa mereka keruangan dalam jang ternjata merupakan ruangan perpustakaan jang tjukup baik dan lengkap.
Setelah menjilahkan tamu-tamunja itu dia duduk menghadapi sebuah medja ketjil. Dengan tangan kiranja didalam saku tjelananja dia bersandar dikursinja.
Sesudah duduk dikursinja masing², Lynch membuka pertjakapan dengan tjara jang menurut Deane sangat aneh. Dia menundjuk pada sebuah kotak ketjil jang t0erletak dimuka Meah seraja katanja:
„Tuan Meah, maafkan saja mendahului. Bolehkah saja mengambil tjerutu tu?"
Ini menjebabkan Meah agak kaget. Tapi tjepat sekali dia bertindak dan menjodorkan kotak jang ditundjuk Lych itu dengan tangan kirinja.
„O, sajalah jang harus minta maaf tuan Lynch! Karena tidak dari tadi menjampaikan tjerutu ini pada tuan! Mungkin tuan tahu sadja akan tjerutu jang baik. Memang, ini langsung kami datangkan dari Cuba", sahutnja diachiri dengan kelakar.
Lynch mengangguk dan setelah menjalakan tjerutu jang disodorkan tuanrumah dia menjandarkan badannja disandaran kursi.
„Tuan Meah", katanja kemudian. Sajang sekali Inspektur Sutter tidak ada ditempat. Walaupun begitu saja pikir tuanpun tentu akan dapat memberikan keterangan² jang kami butuhkan sekarang".
Meah tersenjum: „Ja, antara saja dan Inspektur Sutter sudah ada saling pengertian jang baik sekali. Bukan setahun kami bekerdja sama, sehingga tak mungkin kalau apa jang diketahui oleh Inspektur Sutter saja mengatakan tidak tahu".
„Baik", sahut Lynch sambil memperbaiki duduknja. „Tuan Meah, kalau begitu tuanpun tentu mengetahu pula bahwa kedatangan saja dari Djenewa kesini diembel embel dengan sjarat², jaitu bahwa baik mengenai kedatangan saja sendiri, identitet dan tugas saja sebenarnja, harus dirahasiakan rapat². Tapi sungguh sajang, karena sifat² kerahasiaan itu telah
106