Lompat ke isi

Halaman:Tugas Rahasia.pdf/102

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini tervalidasi

D: „Tidak, Mylord!"
P: „Djika begitu, saja akan tanja tuan dengan tjara lain. Kantor Majoor Cassel letaknja berbatasan dengan kantor tuan. Benarkah ini?"

P: „Benar, Mylord".
D: „Ser ngkah tuan mendatangi Cassel dikantornja?"
D: „Begitulah, Mylord".
P: „Sekarang, tuan akan dapat pula menjatakan pada saja kalau sangkur sematjam ini pernah tuan lihat didinding kamar Cassel sebagai hiasan dinding".
D: „Maaf, saja terpaksa harus mengulangi........."
P: „Sebentar, kapten! Tahukah tuan bahwa sangkur jang tergantung didinding Cassel itu begitu sadja lenjap bersamaan dengan terbunuhnja Gubernur?"
D: „Saja dengar begitu. Tapi hal ini tak pernah saja perhatikan benar".
P: „Mengapa tidak?"
D: „Karena tak ada alasan samasekali untuk mentjari-tjari bahwa ada hubungan antara sangkur kepunjaan Major Cassel dengan pembunuhan terhadap Gubernur Bronson. Dengan segala matjam kemungkinan dapat sadja sangkur itu beralih dari tempatnja".
D: „Sekarang tentang menghilangnja major Cassel. Apakah keterangan tuan tentang peristiwa ini?"
D: „Djika ini dihubungkan dengan pembunuhan terhadap Gubernur, saja tak bisa mengatakannja dengan pasti".
P: „Ja, itu dapat saja fahami. Tapi bagaimanakah pendapat tuan sendiri tentang ini?"
D: „Mylord, menurut hemat saja major itu telah pula djadi korban pembunuhan. Setelah terdjadi pertengkaran dengan Gubernur dia turun kekebun untuk menenangkan fikirannja. Dan kira² seperempat djam kemudian diapun kembali, mungkin sekali untuk meminta maaf atas kedjadian tadi. Tapi waktu dia masuk, dilihatnja Gubernur telah tewas. Menurut saja tentunja kedatangan Cassel disana dilihat pula oleh si pembunuh jang masih berada didalam bilik itu. Dan ketika kami mentjar nja dikebun diapun masih belum djauh. Entah dengan tjara bagaimana dia tentu telah berhasil memantjing

102