Halaman:Tjinta dan Hawa Nafsoe.pdf/54

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

54

Akan tetapi waktoe itoe orang kedoea laki isteri itoe adalah sebagai orang kebanjakan, artinja beloem masoek golongan orang berada. Pendeknja miskin; karena kalau diseboetkan orang kebanjakan adalah pengertiankoe orang miskin. Memang demigian djoega jang sebenarnja; meskipoen sepoeloeh kali sepoeloeh lipat ganda banjak orang kaja beloemlah ia sebanjak orang miskin.

Wah, pendoedoek doenia ini hampir orang miskin sahadja roepanja! Akan tetapi ta mengapa. Allah jang rahmat menjajangi hambanja jang miskin siapakah jang memeliharakan hewa dipadang itoe. Lihatlah boeroeng dirimba belantara dan ikan jang diloetan besar. Boekankah masing-masing beroleh rezekija.

Boedi kedoea laki isteri baik diwaktoe dahoeloe, waktoe mereka itoe beloem mempoenjai kekajaan. Roepanja boedi jang baik itoe boekan sifat jang tetap adanja. Kalau orang itoe naik keatas, kelakoeannja berobah. Ramahnja pada orang jang dibawahnja mendjadi berkoerang. Kalau ia merendahkan dirinja, takoerlah ia kalau-kalau daradjatnja berkoerang. Didjalan raja, dikereta atau dikapal, pasar atau dikammpoeng, pendeknja hampir dimana-mana sering kita melihat orang koerang mengindahkan orang jang dibawahnja. Adalah pada persangkaan mereka itoe orang papa itoe