Halaman:Tjinta dan Hawa Nafsoe.pdf/294

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi

294

berbahagia. Ia selaloe beroléh damai dan kesenangan dalam hatinja, meskipoen ia ditimpa soesah dan bentjana, jang diperoléhnja dari pada sesamanja manoesia. Tiadalah salah kalau dika-takan, bahwa ia telah mengétjap didoenia keni'matan sorga itoe.

Akan tetapi barang siapa jang soedah diperintah dan dikoeasai hawa nafsoe itoe, adalah ia sebagai batoe jang djatoeh diloempoer, makin lama makin dalam; ia tiada dapat lagi bangkit dari dalamnja. Maka soenggoehpoen ia menoeroet hawa nafsoenja, tiadalah ia merasa soeatoe kesenangan dalam hatinja. Sebaliknja perasaannja sebagai disiksa dalam neraka, jaitoe api hawa nafsoenja itoe. Achir-achinja badan, hati dan djiwanja roesak belaka.

Ja, tjinta itoelah jang mengangkat kita keatas, ketempat jang tinggi.

Dan hawa nafsoe itoe menarik kita kebawah, kedjoerang tempat doeka tjita dan sengsara jang sebenar-benarnja.


TAMAT.