-50-
FATSAL XI.
Perang jang ka-sapoeloe.
——————
Sabegimana pembatja soeda liat di fatsal X dari kepandeannja dan keradjinannja Djendral Lauw jang sanget terpoedji oleh sekalian anak negrinja, aken tetapi laen dari itoe ada lagi anak laki-laki dari Djendral Lauw jang pertama (Lauw Taij Kongtjoe) jang terlebi gaga dan termashor sakoeliling Hindia tjina dari dia poenja ke-adilan atau kepandean aken mengatoer barisan roepa-roepa ilmoe, seperti ilmoe soerat-soerat ilmoe peprangan, semoea dia peladjarin sampe tamat, dari sebab hatinja terang maka segala peladjaran tjepet dia dapet mengarti, laen dari itoe dia poenja kelakoean ada manis tra sekali bole dapet tertjela, apa lagi dia poenja boedi bahasa jang lema lemboet ada di soekai oleh sekalian panglima-panglima jang ada di bawa prentanja, sedeng sekalian bala tentaranja semoea ada menaro ketjinta'an hati padanja.
Apa lagi sekarang jang memang dia soeda taoe dia poenja papa jang ada di Taij Wan lagi melawan perang pada Japan jang begitoe sanget, maka ini Taij Kongtjoe jang ada di negri An Lam ada merasa kwatir hati, slempang kaloe-kaloe nanti Djendral Lauw djadi keteter, maka tempo itoe Taij Kongtjoe ada spoed aken mengatoer dan sediaken segala alat peprangan jang tegoe-tegoe serta sehari-hari traloepoet aken mengadjar barisan pada bala tentaranja dalem roepa-roepa ilmoe peprangan, maka tatkala itoe Taij Kongtjoe mendenger kabar jang perang di poelo Taij Wan