Lompat ke isi

Halaman:Tjerita-tjerita negeri Atjeh.pdf/49

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

— 43 — Benteng 2 nja moesoeh itoe seperti laoet api; kiri kanan kedengaran lila dan senapan sadja ; tetapi kita orang pasang banjak djoega. Moesoeh itoe masih belom maoe moendoer ; soedah tentoe; dija ini bisa semboeni di belakang benteng 2 nja, dan lagi, sebab ada pagar bamboe doeri, kita orang tida bisa madjoe. Tempo di lihat kita ini di tahan sebab bamboe doeri itoe, lantas toewan kapitein van Daalen kasih perentah akan berhenti pasang, dan soeroeh tjaboet kapmes akan potong pagar 2 itoe. Soldadoe2 sebentar mengikoet perentah itoe. Dija orang tida pedoeli di pasang ; tinggal batjok sadja. Tetapi bamboe doeri itoe tida kena di boewang. Ada soewatoe adjidan, namanja van Bredow, jang pegang bandoel, dija takoet, soldadoe2 itoe barangkali nanti ketjil hati ; sebab itoe dija meloempat madjoe dengan memegang bandoel di tanganuja. Dengan soesah sekali dija masoek di bamboe doeri itoe; lantas sasoedahnja sampej di bentengandi belakangnja pagar, di memperdirikannja bandoel itoe. Semoewa orang sekarang maoe ikoet madjoe kabandoel itoe, roepanja seperti di tarik besi berani. Kiranja soldadoe2 itoe, di mana ada bandoel, misti ada djoega soldadoe, tida boleh di tinggalkan sendiri.