Lompat ke isi

Halaman:Tjerita-tjerita negeri Atjeh.pdf/30

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

— 24 — tida maoe kasih permisie lagi, sebab pertjoema kiranja. „Toenggoe sadja", katanja. Moesoeh itoe tida berhenti beterejak dan maki 2 ; tetapi kita orang disini tida menjahoet satoe apa. Bagini roepa soedah ada doewa tiga hari, sampej soewatoe pagi, ada soewatoe soldadoe blanda keloewar dengan dijam2 dari benteng, pergi ka-goenoeng ketjil itoe. Dari apa kadengaran orang Atjeh pasang di loewar. semoewa orang pergi lihat ka-bastion. Lantas ketahoean apa sebabnja pasang itoe. Belanda itoe di panggil koembali ; tetapi dija tida maoe dengar, dija tinggal berdjalan sadja. Orang Atjeh itoe tinggal pasang satiadja tetapi tida satoe pelor jang kena orang belanda itoe. Sasoedahnja sampej di goenoeng ketjil, belanda itoe berhenti, tangannja di taroh di belakangnja, lantas dija tinggal memandangkan sadja benderaitoe. Lantas tangannja dija gosok dengan tanah sedikit ; lantas dija najik di tijang bendera itoe; lantasditariknjakabawah bendera itoe ; sasoedahnja bagitoe dari dalam djasnja di ambilkannja bandera blanda jang dija ikat di poetjoeknja tijang itoe. Sasoedahnja di ikat betoel bendera blanda itoe, lantas dija toeroen, lantas lihat ka-moesoeh dan di sejka kakinja dengan bendera Atjeh itoe. Maka di pasang oleh orang Atjeh jang ada di pinggirnja hoetan itoe, tetapi tida satoe pelor jang kena. Lantas