Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/91

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

kali, dari tg. 21—30 September 1949, diikuti oleh 662 utusan dari berbagai partai, golongan dan lapisan rakjat, termasuk didalamnja para utusan dari kaum buruh, kaum tani, tentara, wanita, pemuda, suku2 bangsa, Perantau Tionghoa, wakil2 kaum industri, kaum dagang dan golongan2 patriot, lainnja. Dalam sidang pertama itulah dipilih anggauta2 dan para wakil ketua Dewan Pemerintah Pusat, dengan Mao Che Tung sebagai ketuanja. Sidang itu pula jang menetapkan Program Bersama, Peraturan Hukum Organisasi Pemerintah Pusat dan Hukum Organisasi M.P.P.R., dsitu pula dipilih anggauta2 tetap buat Komite Nasional sedjumlah 180 orang. Besoknja hari penutupan sidang pleno itu diumumkanlah keseluruh dunia Proklamasi berdirinja Republik Rakjat Tiongkok, tg. 1 Oktober 1949.

Komite Nasional tersebut mempunjai Badan Pekerdja pula jang anggautanja dipilih oleh dan dari jang 180 orang tadi, sedjumlah 28 orang, diantaranja seorang kettua dan 5 orang wakil ketua. Jang mendjadi ketuanja ialah Mao Che-tung.

Badan Pekerdja itu mempunjai beberapa sub-komite, jaitu: 1. Urusan Politik dan Perundang2an 2. Urusan Keuangan dan Perekonomian 3. Kebudajaan dan Pendidikan 4. Urusan Luar Negeri 5. Pertahanan Nasional 6. Urusan nationaliteiten 7. Urusan Perantau Tionghoa 8. Urusan Agama2. Djadi ada persamaan dengan pembagian panitia dalam kabinet.

Masing2 sub-komite itu mempunjai ketua sendiri. Badan Peker dja ini beker dja terus sehari2 disamping Pemerintah. Dengan begitu Pemerintah Rakjat Pusat mempunjai pembantu jang setjukup2nja. Disatu pihak menerima bantuan, berupa usul d.l.l. jang berasal dari wakil2 rakjat (Badan Peker dja Komite Nasional jang dibentuk dari dan oleh M.P.P.R.) dan dilain pihak mempunjai alat negara sebagai pelaksana berupa Dewan Administrasi Pemerintah Rakjat Pusat jang mendjalankan Pemerintahan sipil sehari2, dan dipihak lain lagi mempunjai Dewan Tentara Rakjat Revolusioner jang memimpin dan pegang komando tertinggi dari Tentara Kemerdekaan Rakjat. Dengan adanja tiga matjam tenaga ini disamping Dewan Pemerintah Rakjat Pusat, maka dapatlah dikatakan bahwa pimpinan negara jang didjalankan dimasa peralihan seperti di Tiongkok dewasa ini, sudah bisa dipertanggung djawabkan. Tjukup bentara kanan dan bentara kiri. Kebenaran sudah dapat didekati. Keinginan dan tjita2 disampaikan oleh para wakil rakjat jang menjelidiki dan menindjau dari segala sudut kegiatan dan usaha rakjat. Kesanggupan tenaga dapat diketahui dari kabinet dan kekuatan tentara tersedia pula bila ada kesukaran atau kesulitan2, baik didalam negeri maupun jang mungkin mengantjam dari luar. Pikiran, tenaga, sendjata, sudah berkumpul djadi satu dalam pimpinan Negara dan Masjarakat.

Sesungguhnja sudah pada tempatnja, kalau banjak diantara tetamu jang datang mempersaksikan keadaan Tiongkok Baru, heran dan ta'djub setelah melihat dan mengetahui kebidjaksanaan pimpinan dan hasil jang diperolehnja dalam

90