Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/88

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

tinggi, tetap pembesar tinggi, sekali anggauta parlemen, tetap anggauta parlemen, walaupun orangnja ternyata tidak sanggup, omong dan pidato tidak karuan, bikin rentjana dan penindjauan jang tak putus2nja menghabiskan dan menghamburkan uang negara, tapi tidak pernah terlaksana, karena hanja berdasar teori diawang2, tidak menurut kenjataan dan keadaan serta kemauan rakjat jang sebenarnja.

Selain dari itu sikap tegas jang menghapuskan segala hukum dan peraturan lama menjebabkan lenjapnja semua hambatan jang berupa historis recht, konsessi recht, internasional recht, monopoli recht dll. matjam recht jang menekan dan menindas segala kegiatan dan kemadjuan rakjat dalam berusaha selama ini. Negara baru, masjarakat baru, dengan hukum2 baru akan membina dan mempertahankan Tiongkok Baru, bebas merdeka dari segala pengaruh jang berbau imperialis dan koloniaal jang merendahkan deradjat bangsa dan Tanah Air dimasa jang silam.

Tiongkok merdeka, maha benarlah arti kata ini, terutama bila dihubungkan dengan kegiatan rakjat berusaha, sebab tangan, pikiran dan otaknja sudah dibebaskan dari segala ikatan dan rantai belenggu jang telah mengungkungnja puluhan, ja ratusan tahun lamanja. Perkara apa djadinja nanti, itu tergantung dari usaha seluruh rakjat. Tapi rasanja tidak akan djauh dari kebenaran hukum Tuhan jang berbunji:

Apa jang kamu tanam sekarang, itulah jang akan tumbuh dan kamu ambil hasilnja nanti. Nasib manusia diachirat (nanti), tergantung dari perbuatan dan peramaiannja didunia (sekarang). Bila padi ditanam, akan padilah jang tumbuh dan memberi hasil, tapi bila kamu tanam lalang, akan lalang pulalah jang tumbuh dan hasilnja. Terserah kamu! Padi bukan lalang dan lalangpun bukan padi.

Soal kapan akan berhasil, itupun takluk pula pada hukum Tuhan: Demi-masa. Kalau padi ditanam, lima bulan baru berhasil, tapi kalau lalang ditanam, beberapa minggu sudah dapat dipotong, tapi kalau musimnja pula tidak tjotjok, hukum itu tidak berlaku lagi sebab orang jang akan menanam padi dimusim panas, maka uratnja akan kering kepanasan, hudjan tidak turun dan irigasi tak sanggup membikinnja. Padi jang aturannja menghasilkan, mendjadi pertjuma, buang tenaga, tempo dll. Memang sesungguhnjalah manusia itu akan merugi, bila tidak dapat memakai waktu dan mempergunakan kesempatan jang baik. Manusia dalam arti berbangsa djuga.

Berapa lamakah Tiongkok akan harus membanting tulang, putar otak dan peras keringat, agar dapat merasai nikmat dan hasilnja? Dengan keterangan hukum Tuhan (hukum alam) jang diatas, para pembatja telah dapat mengira-ngirakannja.

87