Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/81

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Itu dipaksa dengan kekerasan, atau ia harus keluar dari tanah air. Pemerintah jang insjaf dan merasa bertanggung djawab atas nasib dibelakang hari, sudah selajaknja berbuat demikian, tapi ini baru akan terasa kalau pemimpin2 negara itu sendiri sudah insjaf, terlatih dan bersatu dengan hidup serta susah-senangnja rakjat, tahu kemana rakjat akan dibawa, tahu apa sebenarnja arti dan tjita2 merdeka. Bila pemimpin terpisah dari rakjat maka mereka tidak akan mendjadi pelopor, pembimbing dan pelindung rakjat lagi, melainkan lambat laun akan mendjadi lawan dan musuhnja rakjat, sebagaimana halnja dengan Ch. K. Shek c.s. Mereka bukan meneruskan dan memenangkan revolusi lagi, melainkan mendjadi pembunuh semangat dan tenaga revolusi, mendjadi kontra-revolusioner. Sedjak tahun 1927 memang tidak sedikit tenaga2 revolusioner disegala lapangan jang telah ditindas dan disapu di Tiongkok, oleh golongan Ch. K. Shek (ditangkap, ditahan, disiksa dan dibunuh). Duapuluh dua tahun lamanja ia meradjalela dan 22 tahun pula lamanja menanti, agar sebagian besar dari rakjat Tiongkok dapat melihat dan insjaf serta bersedia dan bersatu hati dan tenaga, untuk memukulnja sampai hantjur.

Dengan menerangkan sedikit tentang dasar umum dari Program Bersama itu, maka dapatlah kita sekedar gambaran tentang suasana di Tiongkok Baru. Kalau perlu, memang orang jang bertele-tele tidak karuan, harus diinsjafkan, kalau perlu dengan kekerasan, sebab diantara manusiapun apa bedanja dengan didunia hewan: Ajam tjukup disisj-kan sadja, sudah takut, tapi kerbau, harus dipukul dengan rotan! Orang jang beragama Islam tentu telah mengetahui, bahwa membuka Qur'an itu sadja tidak tjukup, batja2 atau kemendjan2, melainkan: Bila kebenaran dan keadilan hendak berlaku, hendaklah ada kekuatan. Bukalah Qur'an disamping pedang jang terhunus, asal sadja sudah hasil musjawarat dan untuk kepentingan rakjat terbanjak bukan kepentingan dan keselamatan beberapa gelintir orang. Vox populi, Vox Dei, suara rakjat, suara Tuhan. Inilah, kepentingan rakjat terbanjak inilah, jang kita lihat sebagai pangkalan dan tiang kehidupan dan kegiatan politik di Tiongkok. Apa itu diktatur atau totaliter, terserah pada pembatja menimbangnja.

Kekuasaan politik di Tiongkok pun diatur menurut dasar umum itu. Kekuasaan jang tertinggi didalam negara adalah ditangan rakjat, diwakili oleh Persidangan Rakjat Seluruh Tiongkok. Ini termaktub dalam fasal 12 (bagian II, Badan2 Kekuasaan Negara). Persidangan itu dapat disamakan dengan Kongres Rakjat, seperti di Amerika Serikat. Disamping persidangan itu ada Pemerintah Rakjat, sebagai pelaksana, mulai dari Pusat sampai kedaerah2. Djadi dipusat upamanja terdapatlah Persidangan Rakjat Seluruh Tiongkok disamping Pemerintah Rakjat Pusat. Pemerintah itu dipilih oleh persidangan dan persidangan itu dipilih oleh rakjat seluruh Tiongkok setjara umum. Sebelum Persidangan Rakjat dibentuk dengan pemilihan umum maka...

80