Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/80

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Pasal 2 dari Program Bersama mengatakan: „Pemerintah Rakjat Pusat dari Republik Rakjat Tiongkok berwadjib melangsungkan Perang Kemerdekaan Rakjat sampai achirnja, untuk membebaskan segenap daerah dan rakjat Tiongkok, dan mentjapai persatuan Tiongkok.” sedang dalam pasal 8 tersebut: Tiap2 warga negara dari Republik Rakjat Tiongkok berwadjib mempertahankan tanah airnja, mengikuti undang, mendjalankan disiplin kerdja, melindungi harta benda umum, melakukan kewadjiban pekerdjaan umum dan militer dan membajar beaja (iuran negara), sedang fasal 9 mengatakan: Segenap bangsa didalam Republik Rakjat Tiongkok mempunjai hak dan kewadjiban jang sama.

Pasal 10 antara lain mengatakan: Kekuatan bersendjata dari RRT, jaitu Tentara Kemerdekaan Rakjat, kekuatan (alat2) keamanan umum dari rakjat dan polisi rakjat adalah kepunjaan rakjat. Kewadjibannja, mempertahankan kemerdekaan, kebulatan daerah, kedaulatan Tiongkok dan untuk mempertahankan hasil revolusi dan segenap hak dan kepentingan jang sjah dari rakjat Tiongkok. Pemerintah Rakjat Pusat RRT akan bergiat mengokohkan dan menambah kekuatan bersendjata rakjat, sehingga dapat melaksanakan kewadjibannja dengan effektif.

Pasal 11 dari Program itu, bagian I (Dasar Umum), berbunji sbb.: „RRT akan bersatu dengan segenap negara dan rakjat jang tjinta perdamaian dan tjinta kemerdekaan diseluruh dunia, terlebih dahulu dengan Sovjet Uni, segenap negara demokrasi rakjat dan segenap bangsa jang tertindas. Akan berdiri dikalangan perdamaian dan demokrasi internasional, melawan serangan imperialis untuk mempertahankan perdamaian dunia jang kekal.”

Inilah dengan singkat jang mendjadi dasar umum dari program itu jang djuga dapat kita pandang sebagai dasar politik jang didjalankan oleh pemerintah RRT dan diikuti oleh segenap partai, golongan dan seluruh rakjat. Pada dewasa ini memang Tiongkok Baru barulah dipermulaan djalan, sebagaimana Ketua Mao mengatakan: „Baru langkah pertama didjalan jang pandjangnja 5.000 kilometer.” Oleh sebab itu, walaupun kita telah melihat hasil jang banjak (kemenangan dilapangan ketentaraan, kemenangan dilapangan pertanian dan pembangunan dilapangan perindustrian dan perburuhan, stabiliteit dalam keuangan dan harga) namun mereka mengatakan: baru sedikit. Djadi kalau digambarkan apa jang ditjita2kan oleh mereka, apa sadja mungkin ada di Tiongkok dibelakang hari. Satu usaha besar jang belum ada tolok bandingannja. Begitu besarnja, sehingga tidak ada tempo dan tidak boleh tenaga terbuang untuk bertengkar dalam hocus pocus dan „politik tinggi”. Sesungguhnjalah dapat dimengerti bahwa bila ada orang diantara satu bangsa jang tidak bersedia bekerdja, berdjuang dan berkorban (korban tenaga, pikiran ataupun perasaan dan nafsu), sudah pada tempatnjalah orang...

79