Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/78

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

reaksioner dalam dan luar negeri, lalu akan kembali memerintah dan mendjadjah Tiongkok jang akan membawa bentjana dan malapetaka pada rakjat revolusioner.

"Dasar kediktatoran demokrasi rakjat ialah perserikatan kaum buruh dan tani dan burdjuasi dikota2, dan jang terutama ialah perserikatan kaum buruh dan tani, oleh karena mereka sadja sudah menduduki djumlah l.k. 90% (380 djuta + 40 djuta = 420 djuta) dari seluruh rakjat Tiongkok (500 djuta). Tenaga jang terutama untuk menumbangkan kaum imperialis dan kaum reaksioner Kuomintang, ialah tenaga dari kedua golongan ini. Peralihan dari demokrasi ke sosialisme, terutama djuga tergantung kepada mereka.

"Kediktatoran demokrasi rakjat memerlukan pimpinan dari kaum buruh, karena hanja buruhlah jang berpandangan luas dan djauh, bersifat adil, revolusioner dan disipliner, tidak bersifat perseorangan melainkan mempunjai rasa persaudaraan dan keteguhan hati untuk berdjuang. Segenap sedjarah revolusi telah membuktikan bahwa dengan tiada pimpinan kaum buruh, revolusi tentu gagal. Kaum burdjuasi ketjil dan burdjuasi nasional telah berkali-kali memimpin2 revolusi, tetapi gagal semua, ini adalah bukti jang njata.

"Kaum burdjuis nasional (bangsa sendiri), adalah memainkan rol jang sangat penting dan harus diawasi. Imperialis masih berdiri disamping kita dan musuh ini sangatlah bengis dan djuhat. Untuk mentjapai kemerdekaan sedjati dalam lapangan ekonomi, Tiongkok memerlukan waktu jang pandjang. Hanja apabila industri Tiongkok telah diperkembang, dan tidak lagi tergantung dari negeri asing, kemerdekaan sedjati dan lengkap barulah tertjapai.

"Kaum imperialis meramalkan bahwa kita tidak sanggup mengurus pekerdjaan ekonomi dengan baik. Mereka berdiri disamping, mengintai dan menengok serta menunggu ............ kegagalan kita".

Demikianlah kata2 dari ketua Mao jang mendjelaskan politik jang bagaimana harus didjalankan dan djalan mana jang harus ditempuh, lengkap dengan segala alasan2nja jang njata. Itu jang mengenai dan meliputi keadaan didalam negeri, sedang politik terhadap luar negeri, djuga tidak kurang tegas dan djelasnja diuraikan beliau sebagai berikut:

"Berserikat dengan bangsa2 jang bergaul dengan kita atas dasar persamaan diatas dunia ini dan dengan rakjat dari negeri2 lain untuk bekerdja bersama2. Ini berarti berserikat dengan Sovjet-Uni, berserikat dengan negara2 demokrasi baru dan berserikat dengan kaum proletar dan rakjat djelata jang terbanjak dari negeri2 lain, membentuk suatu garis persatuan (front) persatuan perdjuangan dan diluar negeri demikian perdjuangan dunia."

Djelas bahwa politik luar negeri Tiongkok ini sedjalan dan sebagai kelandjutan serta berpangkalan kepada keadaan dan politik dalam negerinja. Didalam negeri mereka menarik garis pula. Djelas, sini atau sana, bukan! Situ tidak ada. Tidak ada

77