Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/77

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

ra rakjat dan kediktatoran terhadap kaum reaksioner, bergabung mendjadi kediktatoran demokrasi rakjat.

"Mengapa harus berbuat demikian? Sudah terang, djika tidak berbuat demikian, revolusi pasti gagal, rakjat akan menderita bentjana dan negara akan musnah.

"Jang dinamakan demokrasi dari negeri2 zaman sekarang, seringkali kekuasaan dimonopoli oleh kaum burdjuasi dan didjadikan perkakas penindas rakjat djelata, sedang dasar Hak-Rakjat dari RRT adalah milik bersama dari rakjat djelata umumnja dan bukan milik partikelir kepunjaan golongan jang terketjil. Dasar hak rakjat jang tersebut adalah sesuai dengan demokrasi rakjat atau demokrasi baru. Tatanegara jang hanja boleh dimiliki oleh rakjat djelata bersama2 dan tidak boleh dimiliki oleh kaum burdjuasi sadja sendiri, dan djika itu ditambah dengan pimpinan kaum buruh maka mendjadilah tatanegara kediktatoran demokrasi rakjat.

"Ch. K. Shek berchianat pada Sun Yat Sen dan telah memakai kediktatoran kaum tuan tanah dan kaum kapitalis-birokrasi sebagai perkakas dan alat untuk menindas dan memeras rakjat murba Tiongkok. Kediktatoran jang bersifat kontra-revolusioner ini telah berlaku untuk 22 tahun lamanja, dan baru sekaranglah kediktatoran itu dapat ditumbangkan oleh rakjat djelata. Kaum reaksioner negeri2 asing menuduh kita mendjalankan "kediktatoran" dan "tjara totaliter", sebetulnja mereka itulah jang mendjalankan kediktatoran dan tjara totaliter. Mereka mendjalankan kediktatoran dan tjara totaliter dari sesuatu kelas ketjil, jaitu kelas burdjuasi terhadap kaum proletar dan rakjat jang besar djumlahnja. Merekalah jang disebut Sun Yat Sen sebagai kaum burdjuasi jang menindas rakjat djelata dibanjak negeri pada zaman sekarang. Dari kaum reaksioner inilah Ch. K. Shek beladjar untuk mendjalankan kediktatorannja jang bersifat kontra revolusioner itu.

"Tju Sji, seorang ahli filsafat dizaman dynastie Sung, banjak menulis buku2 dan mengutjapkan banjak perkataan2 jang telah kita lupakan. Akan tetapi ada satu kalimat jang belum dilupakan, jakni: Balaslah kepada orang lain apa jang telah dia perbuat padamu!

Demikianlah jang kita kerdjakan, inilah jang kita hendak praktekkan, jakni: membalas pada kaum imperialis dan kakitangannja, pada kaum reaksioner Ch. K. Shek apa jang telah mereka perbuat pada kita dimasa jang lampau. Hanja begitu sadja, lebih tidak.

"Kediktatoran jang bersifat revolusioner dan kediktatoran jang bersifat kontra-revolusioner pada azas dan hakekatnja adalah bertentangan. Jang satu mau revolusi dan jang lain mau menindas revolusi. Jang terdahulu adalah beladjar dari jang tersebut kemudian. Peladjaran ini sangatlah pentingnja, sebab djika rakjat revolusioner tidak faham akan tjara ini, jakni tiara memerintah kelas kontra-revolusioner, ia tak akan dapat menjelamatkan revolusi dan mempertahankan kekuasaannja, dan kekuasaannja itu akan dirobohkan kembali oleh kaum

76