Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/72

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

dan tafsiran orang luar, terutama jang berbau imperialis. Satu per satu pelabuhan Tiongkok berada dibawah pengawasan dan kekuasaan asing. Tentara, polisi, kapal perang, persenjataan asing, dengan merdeka masuk di Tiongkok. All is running well! Makanan, pakaian, bahan mentah d.s.b. mengalir ke Tiongkok. All is running well! Suasana politik diwaktu itu, satu negeri luarpun tidak ada jang mentjela. All is running well ....

Djepang ambil Manchuria, orang luar anggap biasa sadja, karena Djepang djuga imperialis, bisa bagi untung sama2 nanti, kalau Manchuria sudah lepas dari Tiongkok. Ch. K. Shek tidak melawan, Manchuria djatuh ketangan Djepang, orang asing pada minta bagian di Manchuria. All is running well! Djepang dianggap demokratis karena mau membagi keuntungan di Manchuria dengan orang. Tahun 1937 Djepang mendobrak ke Selatan. Ch. K. Shek melawan hanja setelah ditjulik dan dipaksa. Pura2 perang melawan Djepang. Orang lain tidak bilang apa2, sebab baik dari Djepang maupun dari Ch. K. Shek ada mendapat apa2. Djepang dobrak terus, ja tidak apa, kalau perang kurang lama, Ch. K. Shek boleh dibantu dengan sendjata. Djepang mendobrak lagi ke Teluk Mutiara. Ch. K. Shek lari ke Chungking, dibantu oleh Amerika. Tahun 1945, Djepang kalah, Ch. K. Shek tidak sanggup bangkit dari Chungking, perlu dibimbing oleh Amerika. Untuk duduk kembali diistananja di Nanking, Amerika harus membantu, kasih pindjam seribu djuta jang lantas dibagi2. All is running well! Mao Che-tung adjak damai, bentuk pemerintahan koalisi. Ch. K. Shek menolak, karena telah merasa kuat oleh bantuan Amerika. Sendjata mengalir ke Tiongkok, jang lantas ditelan semua oleh tentara Kungchantang. Mulailah keadaan tidak running well lagi, Tiongkok tidak lagi nasional, tidak lagi demokratis, tapi sudah merah. berbahaja, mau aggressi, mau expansi, mendjadi negara boneka Sovjet Russia, mau menerdjang dan membikin merah seluruh Timur Djauh dan seluruh Asia. Dengan sekonjong2 sadja demokrasi sudah lenjap dari Tiongkok, tak ada harapan lagi. Sebagai ichtiar penghabisan Ch. K. Shek jang bertachta di Taiwan dibudjuk2 lagi, diurut dan dipidjet seluruh tubuhnja agar segar dan kuat kembali, semoga dapat mendemokrasikan daratan Tiongkok kembali. Dalam pada itu.... kalau, toh tidak berhasil, gantinja sudah sedia ...... Djepang sekarang sudah mulai demokratis, diadjar dan dilatih mendjadi negara demokrasi, pengganti Tiongkok dan bila perlu......... menghantam Tiongkok. Sebagai djembatan sudah ada Korea, jang tadinja kepunjaan Djepang. Seluruh dunia demokrasi mempunjai tentara di Korea, kenapa pula Djepang sebagai negara demokrasi jang telah dididik, tidak ikut mengirim tentara!? Kalau tidak 'kan pajah melatih sadja Amerika! Tidak djauh meleset........... Yoshida sudah mulai mendjandjikan akan mengirim tentara ke Korea. Seterusnja ........? Perantjis perlu pula dibantu, mendemokrasikan Bao Dai.

Gambaran jang diatas inilah jang sebenarnja dan pada pokoknja meliputi pikiran orang di Tiongkok sekarang ini. Dise-

71