Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/67

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

ini, semua orang jang telah berkundjung ke Tiongkok telah menjaksikan dan merasa kagum, melihat hasil pimpinan jang amat bidjaksana itu. Biar lawan maupun kawan sama2 mengakuinja. Musuh tentu ketjewa melihatnja...... Ketjewa melihat sudah tjukup makan dan ada pakaian di Tiongkok Baru.

Sesungguhnjalah pimpinan itu suatu hasil dari perhitungan jang tepat, hasil pikiran dan perdjuangan serta latihan jang bertahun2 dari para pemimpin Kungchantang. Bagi rakjat umum tidak soal, apa pimpinan itu hasil otak dan dilaksanakan oleh Kungchantang atau tidak, jang penting ialah hasilnja. Hasil jang diperoleh dan telah dirasai sehari2 itu toh tidak akan berobah atau berkurang, hanja karena ia lahir dari pikiran dan aliran tertentu, entah merah, atau hidjau atau kuning d.s.b. Apa pula gunanja memudja2 aliran putih atau kanan (barangkali maksudnja sebelah kanan Amerika atau Inggeris) umpamanja, kalau hasilnja tidak ada, perubahan tak terasa, pimpinannja melempam dan ngelamun sadja membatja2.........

Pimpinan tegas jang ada sekarang di Tiongkok itu adalah bersumber dari penderitaan pahit, perjtobaan dan pengalaman, perhitungan jang tepat jang telah dapat membawa rakjat Tiongkok seluruhnja memperoleh kemenangan jang gemilang dan jang belum ada taranja dalam sedjarah. Bukan sadja di-lapangan militer tapi djuga dilapangan ekonomi dan pembangunan umumnja. Garis2 pimpinan jg. djadi pedoman umum rupanja telah ditetapkan pada tg. 23 Maret 1949 dalam sidang Sentral Komite Partai Komunis Tiongkok, djadi sebelum diproklamasikan berdirinja RRT. Bunjinja sebagai berikut :

  1. Berhubung dengan gagalnja revolusi 1927, maka pusat perdjuangan revolusioner pindah kedesa untuk mengumpul tenaga, mengepung kota2 dan merebutnja, bersama2 dan bersatu dengan kaum buruh. Politik jang didjalankan ialah dari desa mengambil kota. Masa perdjuangan demikian telah lampau, jaitu masa pimpinan dari desa menudju kota. Sekarang pimpinan adalah dari kota kedesa. Kedua2nja sama pentingnja, kota dan desa, hanja pusat sadja jang pindah kekota.
  2. Partai harus beladjar memimpin rakjat dikota, bersatu dengan seluruh kaum pekerdja, intelligentsia, burdjuis ketjil dan burdjuis nasional.
  3. Kuntji dari pembangunan dikota ialah produksi industri, jaitu: kepunjaan partikelir, kepunjaan negara, kaum pengusaha dan keradjinan tangan. Seluruh badan2, partai2 dan organisasi2 jang ada harus turut ambil bagian dalam menaikkan produksi dan memadjukan usaha.
  4. Menjerukan kepada segenap kawan didalam partai agar sekuat tenaga beladjar dengan sungguh2soal2 tehnik dan urusan tatausaha dan pimpinan perusahaan dan tjara menghasilkan, begitu djuga dalam urusan bank, perdagangan d.l.l. jang berhubungan dengan produksi.

Mengawaskan: Bila kita gagal dalam menaikkan produksi dalam tempo jang sesingkat2nja guna perbaikan hidup

66