Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/113

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

"Orang Amerika sama tidak mengerti tentang politik tawanan dari Tentara Rakjat Sukarela, seperti djuga halnja dengan pasukan Syngman Rhee, jang tidak ada pula pengertiannja tentang keadaan jang sebenarnja di Korea; sebenarnja mereka telah dibikin bodoh oleh dusta kaum imperialis Amerika jang mengatakan bahwa: Mendjadi tawanan itu sama artinja dengan mati.

Sewaktu orang kita menjuruh para tawanan berkumpul dengan beberapa isjarat, maka mereka saling memandang satu pada jang lain, dengan ketakutan. Malah beberapa diantaranja telah menggerak2-kan lehernja mendjadi pandjang, dan dengan menutup mata mereka mengambil sikap putus asa sebagaimana sikapnja orang jang menunggu sa'at lehernja dipenggal. Ada pula jang tidak mau berkumpul seolah2 hendak berkata: Bunuh sadjalah kami disini, biar lekas selesai. Hanjalah sesudah didjelaskan betul pada mereka bagaimana sebenarnja politik kita terhadap orang2 tawanan, maka merekapun mulai merobah sikapnja jang menertawakan itu. Sajang, kita tidak mempunjai banjak djuru bahasa, sehingga seringkali kita membikin mereka mengerti dengan djalan memberi isjarat dan tanda2 sadja. Mula2 kita tundjukkan gerak "membunuh" jang segera diikuti dengan gerak "geleng kepala". Tentara kita memberi mereka makanan apa jang paling baik ada. Air direbus untuk minuman mereka dan untuk mentjutji muka mereka. Dengan lambat laun mereka menginsjafi politik kita jang sebenarnja dan sesudah itu barulah mereka mulai gembira dan segera mendjalankan kereta berbagai matjam dan model bikinan Amerika sendiri jang telah kita dapat.

Seorang tawanan luka parah dan telah kehilangan banjak sekali darahnja. Ternjata lukanja itu menimbulkan kesakitan jang tidak terperikan. Berulang2 ia ulurkan tangannja dan mengerang: "Tan — bai ......" (perkataan Korea jang artinja rokok). Salah seorang djuru rawat kita jang masih muda, sebaik mengetahui bahwa dengan rokok, sakitnja bisa terasa berkurang bila merokok, maka lantas menggelinting sigaret beberapa lusin. Setiap kali tawanan Amerika itu telah menghabiskan sebatang, djururawat wanita kita itu lantas mengambil jang lain, diberikannja kedalam mulutnja dan dipasangnja dengan hati2 sekali.

Kepala seksi jang mengurus tawanan itu tahu bahwa orang jang luka parah tidak bisa memakan makanan biasa, maka segeralah disuruhnja menjediakan makanan istimewa jang lunak2. Pun diberikannja berganti2 kopi dan tjoklat ......

Seksi jang dikepalai oleh sdr. Chang Kuang-yu itu memelihara sebelas orang tawanan. Djururawat dan tukang masak kita memandang pada mereka sama dengan tentara kita sendiri. Untuk menjatakan rasa terima kasih dan sjukur mereka, sering mereka memegang erat2 tangan tentara sukarela kita, seolah2 mereka tidak mau berpisah lagi.

112