Lompat ke isi

Halaman:Tiongkok Baru.pdf/110

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

Di Peking ada sekolah tinggi kesenian. Setelah kami kundjungi, sebenarnja adalah tempat latihan, untuk praktek lebih banjak. Teori tentu ada djuga. Jang satu bernama Central Academy of Dramatic Arts dan jang kedua People's Academy of Arts. Mahasiswa jang diterima disana ialah jang sudah tammat sekolah menengah dan sesudah diudji bakatnja untuk kesenian, atau music, menari, bermain tonil atau kepandaian lainnja seperti permainan athletiek, acrobatic dsb. Pengarang2 djuga masuk didalam sekolah tinggi itu.

Djuga dari sekolah2 ini (begitu djuga jang ada dikota2 lainnja) selalu pergi kedaerah2 dan berganti2 untuk beladjar dan memberi peladjaran, sebab sembojan mereka: Dari rakjat, oleh rakjat dan untuk rakjat, djuga dalam hal kesenian dan kebudajaan. Dari itulah didalam sekolah2 tinggi kesenian itu, berbagai matjam tari, alat musik, lagu dan pakaian jang kita lihat. Lagu2 itu sebenarnja banjak jang asli dari daerah, hanja mutunja dipertinggi dan susunannja (komposisinja) dipermodern. Nanti itu semuanja dibawa kembali kekalangan rakjat, diperdengarkan dihadapan rakjat. Dibawah ini kita sadjikan beberapa matjam tari.

Diantara tari2 jang banjak di Tiongkok, adalah Tari Yangko jang paling populer dan sudah tersebar diseluruh negeri. Boleh dikata tari itu hampir serupa dengan berdansa orang Eropah, tapi tidak berpeluk2an. Laki dan perempuan berdiri dalam lingkaran, dua baris, sebaris laki2 dan sebaris lagi perempuan. Jang sering kami dengar, lagu jang dinjanjikan sambil menari itu ialah: do-re-mi-fa... sadja. Mungkin untuk tiap2 daerah supaja mengisi kata2 lagu itu sendiri2. Tapi jang sebenarnja, tari Yangko itu ada lagu untuk mengikutinja jaitu lagu: „Angin Timur-laut” jang sangat hidup dan penuh gembira, mendendangkan sifat2 rakjat Tiongkok jang penuh vitaliteit itu.

Tari dan lagu itu sangat populer diseluruh negeri. Asal mulanja ialah tari dimusim menanam. Untuk mengelu2kan tetanaman, agar lekas tumbuh, berputjuk, bersemi dan menghasilkan buah, sambil memudji2 Kurnia dan kebesaran alam. Kira2 sebaliknja dari mendendangkan anak tidur, maka iramanja itu sangat hidup.

Orang jang sudah berdiri didalam lingkaran dengan dua baris itu, lantas menjanji, kalau tak ada musik dengan tepuk tangan sadja sambil mengutjapkan do-re-mi ...... itu. Dalam menari sambil menjanji itu, dan terus berkeliling pula, laki2 dan perempuan, hanja berkaitan tangan sadja, sampai disiku2, sehingga keduanja lantas berdirinja bersampingan, dengan arah muka jang bertentangan, djadi kalau mereka tidak lurus berdirinja sehingga djedjer betul, bisalah pandang memandang, sambil sama2 menari dan bernjanji. Ada kalanja tidak seluruh lingkaran sekali menari, melainkan sebagian, dan jang sebagian lagi lantas menjanji sadja, sambil bertepuk tangan. Dengan begitu, tari ini dimana sadja bisa dilangsungkan, sedikit

109