Halaman:Tenun Tradisional Minangkabau.pdf/27

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


BAB. IV

KESIMPULAN DAN PENUTUP


Masyarakat Minangkabau, terutama yang terdapat di daerah Payakumbuh dan sekitarnya dan yang terdapat di daerah Tanjung-Sungayang ( Batu Sangkar ) selalu memakai pakaian adat pada waktu-waktu upacara tertentu. Di daerah ini, masyarakat masih tetap mempertahankan macam-macam pakaian adat dalam berbagai upacara. Setiap upacara-upacara adat akan mempunyai pakaian tersendiri dan pakaian adat seseorang akan tergantung kepada umur, fungsinya di tengah masyarakat dan bentuk upacara yang akan dihadirinya. Dalam suatu upacara perkawinan umpamanya, tidak setiap orang akan memakai pakaian adat yang sama. Gadis remaja yang belum kawin, akan berbeda pakaiannya dengan orang yang sudah kawin, berbeda dengan pakaian orang yang sudah mempunyai anak, berbeda juga dengan pakaian orang yang sudah mempunyai menantu dan sebagainya.

Jadi selagi masyarakat di daerah yang bersangkutan masih tetap mempertahankan macam-macam bentuk pakaian adat tersebut, maka selama itu pula pembuatan tenun tradisional ini akan dapat dipertahankan terus. Tetapi walaupun demikian, disatu pihak kita harapkan agar Pemerintah, terutama Pemerintah Daerah akan dapat memberikan bantuan kepada pemilik alat tenun ini demi kelancaran usaha tenun tradisional ini. Begitu juga diharapkan agar si penenun-penenun tua akan dapat mewariskan kepandaiannya kepada generasi muda demi kelestarian pakaian adat itu sendiri.


26