Halaman:TDKGM 01.305 (7 4) Notulensi Rapat Ke-19 Panitia Adat dan Tatanegara Dahoeloe bagian Kesejahteraan dan Kemakmuran, bagian 4.pdf/1

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini belum diuji-baca


-7- Md. Beginilah:

Olah raga itoe dibagi atas 2 bagian, jaitoe, a. Latihan Badan boeat sekolah. b. Latihan Badan oentoek rakjat.

Di Nippon oeroesan latihan badan oentoek sekolah itoe dipegang oleh badan Pemerintah, tapi boeat latihan badan diloear sekolah dipasrahkan kepada masjarakat dengan sokongan Pemerintah sepenoehnja. Disini saja koetip keterangan tentang organisasi olah raga di Nippon menoeroet-yearbook tahoen 1940 jang dikeloearkan oleh Kantor Penerangan oemoem dan Statistiek Keradjaan Nippon. Begini koetipan itoe:

 Perhimpoenan oentoek mempelihara kesehatan dengan djalan gerak badan.

Perhimpoenan berdasar kemiliteran. Didirikan pada tahoen 1908 di Kyoto dengan maksoed memelihara (mengembangkan) dasar: kemiliteran, sekarang telah mempoenjai 2,520,000 anggauta, dengan Djendral Soroku Suzuki sebagai ketoea. Olah raga jang didjalankan oleh perhimpoenan jaitoe: jujitsu, main pedang, menembak dengan panah, mendajoeng dll.

Tiap tahoen dalam boelan Mei dan Agoestoes diadakan perlombaan national. Di Indonesia poen hendaklah keolah-ragaan diatoer seperti di Nippon. Latihan Badan di sekolahan dipegang oleh badan Pemerintah, tapi keolah-ragaan diloear sekolah hendaknja dipasrahkan kepada masjarakat sendiri.

Oentoek keperloean ini Poetera telah berhadjat menjelenggarakan seboeah organisasi latihan badan, oentoek seloeroeh Djawa dan Madoera, jaitoe Gerakan Latihan Olah Raga (Gelora), jang maksoednja mendidik rakjat lahir bathin dengan djalan olahraga, agar rakjat berbadan sehat koeat dan bersemangat loehoer.

Gelora boekan sadja berkehendak mengoeroes keolah-ragaan dikota-kota, tapi didesa-desa.

Padoeka toean Ketoea Saja harap, soepaja padoeka toean Ketoea soeka djoega ikoet berichtiar, agar Gelora dengan lekas mendapat pengesahan dari Pemerintah.

Saja dapat kasih kepastian; bahwa rakjat dengan gembira seksili menjaunboet lahirnja Gelora itoe dan dalam menoenggoe pengesahan itoe diseloeroeh Djawa dan Madoera telah siap diadakan persapan Gelora,

Kegembiraan rakjat terhadap Gelora itoe bersandar atas keinginan rakjat dalam masa pombaktiah ini, mempoenjadl organisasi sendiri sebagai tanda pembaictian rakjat kepada Pemerintah dan masjarakat, Kesimpoelan pidato saja ini, jakni: 1. Dalam memikirkan kesihatan rakjat, perihal latihan badan djangan diloepakan, 2. Latihan badan ini hendaklah dihadapkan kepada seloeroeh rakjat. 3. Mengatoernja keolah-ragaan hendaklah demikian: a. Latihan badan disekolah dioeroes oleh Badan Pemerintahan. b. Latihan badan diloear sekolah dioeroes oleh oesaha masjarakat. sendiri (Gelora) jang oleh Pemerintah haroes dibantoe sepenoehnja. 4. Berhoeboeng ini hendaklah Gelora dengan lekas mendapat pengesahan dari Pemerintah.

Toean SOEKARDJO WIRJOPRANOTO: Padoeka toean Ketoea2 Sebeloemnja saja mengoeraikan satoe, doea hal tentang kesehatan rakjat, maka barangkali lebih baik kalau kita menengok kebelakang doeloe, artinja melihat waktoe jang lampau, meskipoen dengan sederhana sadja.

Kalau kita melihat kewaktoe jang lampau, maka ternjatalah bahwa Indonesia oemoemnja dan poelau Djawa choesoesnja ialah salah satoe negara didoenia jang miskin dan lemah. Hal ini - kita telah mengetahoei semoeanja - disebabkan oleh soeatoe tjara pemerintahan jang diseboet "kolonialisme". Warisan dari Belanda jang sampai sekarang masih kita pikoel ialah kemiskinan dan kelemahan. Kelemahan inilah jang mengenai kesehatan rakjat pada oemoemnja, sebab kita djoega mengetahoei, bahwa rakjat Indonesia oemoemnja lemah dan tidak koeat didalam badannja. Kalau orang masih ragoe-ragoe terhadap kepada kelemahan rakjat - dengan arti lain, koerang sihatnja rakjat - maka saja persilakan membatja verslag perdjalanan angggota Drs. Moehammad Hatta jang menerangkan, bahwa hampir ditiap-tiap roemah sakit terdapat beberapa orang jang sedang dirawat, boekannja karena sakit, seperti sakit batoek atau sakit, mata, melainkan karena sakit kelaparan. Inilah satoe warisan jang sekarang, menoeroet pelapoeran jang kita terima, masih meradjalela dibeberapa tempat. Nanti akan saja oesoelkan bagaimana tjara-tjaranja, soepaja kita bisa menjoembang tenaga dan pikiran oentoek menghabiskan warisan dari pemerintah Belanda