Lompat ke isi

Halaman:Sutan Lembak Tuah.pdf/60

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

ORANG RANTAI

Sementara Sutan Lembak Tuah, dibulatkan pikiran kala itu, sudah takdir gerak Allah, suratan di rahim bunda, asal sabut biar terapung, asal batu biar terbenam.

Kapal berlayar kemudian, bertolak dari Taluak Bayua, kapal mengarungi laut lepas, membawa untung Lembak Tuah, tiada guna dirusuhkan, berserah diri pada Yang Satu, buruk baik ditangan Allah.

Begitulah Sutan Lembak Tuah, dibawa orang ke dalam tangsi, tangsi kurungan orang rantai, dalam negeri kota Betawi, dalam daerah tanah Jawa.

Akan hal Tuan Sipir, melihat tingkah laku Lembak Tuah, tidak serupa orang yang banyak, tingkah perangai sangat elok, tahu di untung nasib badan, pandai bergaul dengan kawan, tidak ada berbuat salah, sayang hati Tuan Sipir.

Oleh si Tuan Sipir, diberi pekerjaan yang ringan-ringan, tinggal di sana siang dan malam, pandaimenulis dan membaca, tulisan rapi jelas dibaca.

Lambat laun dalam tangsi, hampir cukup dua dua tahun, Tuan Sipir kepala tangsi, memerintahkan Lembak Tuah, mengantar sepucuk surat.

49