Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/63

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


BAGIAN KEAMPATBELAS

Sorga ke-Toedjoeh


B EBERAPA hari telah berlaloe, hari-hari jang boeat Hadidjah dan Kasimin ada meroepakan sebagai sorga. Mereka saling toetoerkan pengalaman mereka, tjeritakan poenja kedoekaan, mereka poenja rindoe dan mereka poenja pengharapan soepaja bisa bertemoe lagi diini doenia. Tidak bosannja mereka tjeritakan bagaimana mereka soedah selaloe njanjikan itoe lagoe „Sorga Ke-7„’ jang oleh mereka dianggap sebagai satoe symbool dari mereka poenja pertjintaan jang soetji dan kekal.

Itoe hari Hadidjah dan Kasimin sedang doedoek beromong-omong dipertengahan roemah ketika Hoesin dan Rasminah datang masoek keitoe roeangan. Melihat jang Hadidjah dan Kasimin sedang berada disitoe, mereka soedah hendak djalan keloear lagi, tapi Hadidjah jang meski tidak bisa melihat, soedah dapat dengar mereka dan tempo Rasminah soedah berada didekatnja, laloe pegang tangannja itoe gadis dan berkata :

„Rasminah, sekarang akoe soedah dapatkan kembali akoe poenja peroentoengan. Akoe ingin soepaja kau poen bisa toeroet rasakan itoe. Apakah jang kau inginkan sekarang, Ras ?”

Rasminah tidak tahoe mendjawab apa dan tinggal diam sadja, hingga Hadidjah jang soedah bisa menerka perasaan hatinja sang keponakan, laloe berkata lagi :

„Kalau kau rasa kaupoen bisa merasa beroentoeng, sebagaimana akoe rasakan sekarang, dengan menikah sama Hoesin, dengan segala senang hati akoe izinkan

59