Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/52

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


BAGIAN KEDOEABELAS

Bertemoe

D

ENGAN meninggalnja iapoenja ajah, siapa telah merasa menjesal soedah berlakoe begitoe keras terhadap anaknja, Hadidjah soedah mendapat seantero warisannja itoe orang toea.

Meskipoen sekarang Hadidjah, djoega Rasminah, ada tinggal diroemah gedong jang besar, dengan perabotan jang lengkap, dan mempoenjai banjak oeang akan goena hidoep sehari-hari. Hadidjah masih beloem bisa rasakan keberoentoengan jang sempoerna. Iapoenja perasaan menjesal boeat perboeatannja terhadap Kasimin dan keinginannja akan bisa berkoempoel kembali sama sang soeami ada meroepakan satoe halangan boeat satoe perasaan beroentoeng jang lengkap. Hadidjah rasakan jang ia tidak akan bisa tjitjipkan lagi itoe keberoentoengan sebagaimana ia dan Kasimin telah pernah rasakan, meskipoen djoega ia dan Kasimin telah pernah rasakan, meskipoen djoega ia sekarang ada terhitoeng sebagai seorang perempoean hartawan, djika ia beloem bisa bertemoe dan berkoempoel kembali sama sang soeami jang bertahoen-tahoen lamanja ia selaloe rindoekan.

Sedari mereka pindah ke Betawi, Hoesin sering koendjoengi Rasminah, tapi sampai sebegitoe, djaoeh masih beloem bisa boedjoek itoe gadis akan toeroet keinginannja boeat lekas-lekas menikah, meski djoega Hoesin sekarang telah mendapat kedoedoekan lebih besar, Rasminah soedah ambil poetoesan tetap tidak akan menikah sebeloemnja Hadidjah bisa berkoempoel lagi sama Kasimin.

Dajanja Hoesin akan mentjari Kasimin masih beloem djoega bisa berhasil, pertama karena ia tidak tahoe moesti mentjari dimana dan kedoea sebab ia

50