Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/39

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


jang ia tidak kenal, Hamdja laloe menoebroek pada Parta hingga itoe doea orang djadi bertempoer dengan sengit, jang berachir dengan terpoekoel djatoehnja Hamdja. Djoestroe ketika Parta hendak kasi poekoelan, dengan menggoenakan sepotong bamboe, pada Hoesin dan Hamdja, Doel jang dengan berdjalan moendoer sedang hendak keloear dari itoe goeboek, diikoeti oleh Rasminah jang memegang senapan, soedah kena langgar badannja keaatas tanah. Hoesin jang soedah bisa berbangkit dari djatoehnja, telah samperkan Rasminah dan ambil itoe senapan dari tangannja itoe gadis dan toedjoekan itoe pada Parta dan Doel jang telah berbangkit poela, hingga pesat laloe melarikan diri menoedjoe kepinggir soengai, hingga membikin Hoesin dan Rasminah djadi tertawa.

Merasa jang dirinja tidak teranjtam bahaja lagi dari Parta dan Doel, Rasminah lantas hendak melaloekan diri dari sitoe akan poelang keroemah bibinja dan njatakan itoe maksoed pada Hoesin, siapa laloe berkata:

„Nanti doeloe, nona, toenggoelah sampai saja berpakaian dan saja nanti antarkan nona poelang keroemah, soepaja tidak dapat ganggoean lagi dari itoe badjingan, siapa beberapa boelan doeloean poen saja soedah pernah kasih adjaran ketika ia sedang mengedjar satoe perempoean moeda didekat itoe djembatan”.

Rasminah awaskan Hoesin sesa'at, kemoedian berkata:

„Kalau begitoe toean djoega jang doeloean soedah toeloeng saja dari ganggoeannja Parta !”

„Apa nona djoega jang baroe ini saja toeloengi? Ma'afkanlah saja, nona, kalau saja tidak kenali, sebab itoe waktoe saja tidak keboeroe samperkan nona oentoek memberi pertoeloengan lebih djaoeh, karena nona soedah berlaloe”.

37