Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/31

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


dak berlaloe dari itoe waroeng kopi, satoe sado ada kelihatan mendatang dengan koedanja dilarikan sangat pesat. Parta dan Doel awaskan sado itoe, jang ditoempangi oleh satoe penoempang dengan perasaan sedikit héran dan kepingin tahoe, sebab djarang ada sado jang liwat disitoe diwaktoe begitoe siang.

Sado itoe meliwati meréka. Penoempangnja boekan lain dari Rasminah, jang roepanja baroe sadja sampai dari Betawi.

Parta dan Doel djadi saling melihat, kemoedian dengan tidak memboeang tempo lagi meréka laloe memboeroe sado itoe, jang semangkin lama djadi terpisah semangkin djaoeh dari meréka.

Sampai sebegitoe djaoeh Rasminah masih beloem mendoesin jang bahaja ada mengantjam dirinja.

Parta dan Doel mengoedak dengan sekeras-kerasnja kaki marika bisa berlari, tapi larinja sado itoe ada terlebih pesat lagi, hingga dengan sebentar sadja sado itoe soedah terpisah djaoeh sekali dari Parta dan Doel. Disatoe tikoengan, sado itoe hilang dari pemandangan Parta dan Doel.

Napasnja parta soedah moelai sengal-sengal, tapi Doel masih beloem merasa lelah. Ketika sampai disatoe tikoengan jang meneroes kesatoe djalanan ketjil, Doel laloe berkata pada Parta : „Kita mesti ambil ini djalanan dan pegat itoe sado dibetoelan itoe kobakan air, dimana itoe sado tentoe terpaksa moesti pelahankan djalannja”.

Dengan tidak berkata-kata mereka masoek ke itoe djalanan ketjil dan berlari teroes. Ketika mereka keloear dari itoe djalanan ketjil, baroe sadja itoe sado liwati tikoengannja. Parta bertereak pada Doel, tereakan mana dapat didengar oleh Rasminah. Disitoe baroelah Rasminah mendapat tahoe bahwa orang sedang kedjar padanja. Pada koesir sado Rasminah berkata : „Toeloenglah, bang, toeloeng sama saja ! Kasi lari itoe koeda lebih tjepat !”

29