Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/30

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


BAGIAN KETOEDJOEH

Tetamoe jang tidak dioendang

B

ERAPA minggoe telah berlaloe. Rasminah telah beroentoeng bisa dapatkan pekerdjaan pada fabriek tenoen jang diseboetkan oléh Moestapa. Sesoedah ditjoba beberapa hari lamanja, ia telah dikasihkan pekerdjaan tetap pada fabriek itoe, dimana ia kerdja dengan radjin, hingga menjenangkan hatinja iapoenja madjikan dan djoega teman-teman kerdja.

Sedang Rasminah lagi bekerdja di Betawi, adalah Hadidjah telah mendjadi sakit karena terlaloe memikirkan sang keponakan. Baik djoega sakit itoe tidak mendjadi kepandjangan dan sekarang Hadidjah soedah moelai semboeh dari sakitnja itoe.

Selama itoe ketika, sedari itoe permoefakatan antara Doel dan Parta, saban hari orang bisa dapatkan itoe doea orang berada di waroeng kopi jang berada dipinggir djalan jang mendjoeroes keroemah Hadidjah. Meréka berdiam disitoe hampir seantero hari, tempo-tempo berdoea’an, kadang-kadang tjoema Parta sendirian, atau Doel sadja. Toekang waroeng mendjadi heran dengan kedatangan meréka saban hari diwaroengnja, tapi karena mereka tidak meroegikan dagangannja, hanja mengoentoengkan, sebab boekan djarang Parta soeka belika djoega kopi atau lain-lain minoeman, dan djoega koewé-koewé boeat orang-orang lain jang kebetoelan berada diitoe waroeng, ia tidak oetarakan perasaannja itoe.

Apa maksoednja Parta dan Doel dengan kedatangannja pada waroeng kopi saban hari itoelah pembatja akan lekas mendapat tahoe.

Pada soeatoe hari, ketika matahari soedah hampir silam kedjoeroesan Timoer, dan Parta serta Doel hen-

28