Halaman:Sorga Ka Toedjoe novelisation.pdf/21

Dari Wikisource bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Halaman ini tervalidasi


„Betoel, Min. Kau tahoe meskipoen djoega akoe ada bekerdja sama toean tanah Hasan, tapi akoe ada mendjadi djoega kaoe poenja sobat, karena akoe kagoemkan kaoe poenja kemoeliaan hati soeka menolong pada orang jang sedang sakit atau dapat kesoesahan. Lebih baik kaoe toeroet kemaoeannja toean tanah dan djoeal ini kebon padanja,soepaja djangan sampai terbit kerewelan dan kaoe dapat soesah. Kaoe toch soedah dapat tawaran bagoes sekali dari dia ?”

„Kendati bagaimana djoega akoe tidak nanti djoeal ini kebon, berkata Kasimin dengan tegas. „Tidak perloe kaoe banjak bitjara lagi dalam ini oeroesan, Doel.”

„Djangan kau membantah Min, sebab itoe tjoema bisa bikin kaoe djadi dapat soesah sadja,” Doel mendjawab.

„Soesah ? soesah apa ? kalau akoe tidak maoe djoeal kebonkoe, tidak seorang djoega nanti bisa paksa akoe mendjoeal itoe”.

Paksa tentoe tidak bisa, tapi toean tanah nanti bisa tjari daja lain akan bisa poenjakan djoega ini kebon, jang toch boekan ada djadi kepoenja'anmoe”.

Kasimin toendokkan kepalanja sesa’at, kemoedian menengok poela pada Doel dan dengan soeara goesar laloe berkata:

„Berkali-kali akoe soedah bilang meskipoen dengan harga bagaimana mahal djoega tidak nanti akoe djoeal ini kebon. Tidak perloe banjak omong lagi, Doel”.

„Pikirlah biar betoel, Min, djangan sampai menjesal dibelakang kali. Lain hari akoe nanti datang lagi pada kaoe”.

Sesoedah berkata demikian, Doel laloe berdjalan pergi, tinggalkan Kasimin sendirian diitoe tempat.

Kasimin awaskan Doel berlaloe dengan bingoeng. Roepa-roepa pikiran masoek kedalam otaknja. Apatah betoel toean tanah nanti bisa paksa dia akan djoeal itoe kebon, jang mana meskipoen betoel boekan kepoenja’annja, tapi soedah didjandjikan oleh bapa Kasdam.

21