-83-
„Ja.” kata Kwi Kok dengen bersenjoem, „itoe prempoean toea dan itoe lelaki besar, kedoeanja adalah panglima melaekat, jang akoe sengadja kirim marika oentoek menjedarken kaoe dari kegelapan. Akoe ada mempoenjai tiga djilid Thian Sie, delapan djalan Toen Hoat berikoet anem matjem Leng Boen, jang sekean lama ada tersimpen baek sebagi barang moestika paling berharga, sebab tiada sembarangan orang jang boleh ditoeroenin. Lama djoega akoe soeda pikir hendak kasi toeroen itoe semoea padamoe, tapi sebab ada terdapet Bang Koan seorang jang tiada pantes didjadiken sobat, oleh kerna dia itoe ada satoe manoesia jang bisa meloepakan boedi, tiada soengkan memblakangin prikebedjikan; laginja ada berhati dengki kepada jang pinter dan mengiri aken orang jang ternjata mempoenjai kebisaān lebi tinggi dari dia sendiri. Dari itoe, sampe sekarang akoe belon maoe toeroenin padamoe, hanja toenggoe sampe dia maoe poelang, akoe sengadja titah melaekat menjedarken pikiranmoe, hingga kaoe maoe balik kombali, baroelah nanti pelahan pelahan serta dengen leloeasa akoe boleh toeroeninn itoe semoea padamoe.”
„Astaga!” kata Soen Pin dengan terpran-