Lompat ke isi

Halaman:Soen Bang Yan Gie volume 02.pdf/36

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

-115-

sendiri.

Koetika mana, Tji Kak dan Houw Eng jang sesoedanja alamin kekalahan dan lari masoek ka dalem kota Ek Liang, mengadep Gwi Ong mengetoerken halnja ketanggoean serta kegagahannja tentara dan panglima fihak Tje, sampe marika berdoea moesti menampak kekalahan besar dengen seantero pasoekan boleh dibilang termoesna sama sekali, zonder ketinggalan jang oetoeh.

Mendenger ini rapportan, Gwi Ong mendjadi amat terkedjoet, sedeng sorot dari kedoekaan keliatan berbajang begitoe roepa pada roman moekanja.

Aken tetapi, Ngo Ong," merapport The An Peng, „,djanganlah terlaloe berdoeka, Sin harep bisa mengepalaken 50.000 djiwa balatentara, boeat lakoeken pertempoeran mati-matian dengen Tian Kie dan menentoeken kala-menangnja antara kedoea fihak."

Gwi Ong poen tiada menghalangin orang poenja kehendakan, samentara The An Peng dengen sigra laloe salin pakean perangnja, langsoeng menoenggang koeda dengen toebak di tangan, membawa pasoekannja kaloear kota dan madjoe teroes ka medan perang, seraja berkaok dengen soeara keras, katanja: