- 94 -
Sang pedang sedari siang telah berkredep-kredepan. Di mana bendera perang berkiber, setan-iblis glagapan, Satoe kali terdjato di dalem tangannja Bang Koan, Rajat dan pendoedoek Jan Kok tersapoe abis-abisan."
Abis mengoekir sairan itoe, Bang Koan sigra melandjoetken poela perdjalanannja, jang apabila telah berlaloe sekean hari, sampelah ia dalem bilangan daerah Tje Kok.
Waktoe mana, radja dari negri terseboet, Tje Wie Ong, djoestroe ada titah lapoenja ferdana mantri, Thaij Soe, Kie Kie, dengen bertempat di lapangan Kauw Thio mengoeroes perkerdjaän menerima orang-orang pande atawa mentjari pendekar - pendekar jang bidjaksana.
Mendenger ini warta, tentoe sadja Bang Koan djadi merasa amat girang, boeroe-boeroe ia lantas menoedjoe ka itoe lapangan, jang disamboet dengen sepantesnja oleh penggawal pintoe sembari masoek merapportken pada Kle Kie, siapa poen sigr membri titah aken silahken orang boleh masoek bertemoe.