-77-
hendak pergi, akoe djoega tiada bisa terla-loe menjega," kata kemoedian sang goeroe, „besok hari, kaoeorang boleh lantas pergi sebegimana kemaoean hatimoe."
Kemoedian, sesoeda saling bertjakepan poela tentang berbagi soeal jang tiada ter-laloe penting, goeroe dan moerid int laloe balik masoek ka dalem goanja, langsoeng pergi tidoer di kamarnja.
Besok paginja, Soen Pin bersama Bang Koan keliatan telah dateng berpamitan pada goeroenja, jang oleh Kwi Kok sesoedanja membri poela berbagi-bagi pesenan, sigra idzinken marika berdoea boleh berlaloe. Be-gitoelah, dengen menenteng boengkoesan masing-masing. kedoea orang moeda ini la-loe berdjalan toeroen ka bawah goenoeng.
Tetapi, koetika baroe sampe di pertenga-han goenoeng. laorang menampak satoe prempoean toea sedeng menggoenaken se-boeah dongkrak besi, menggosok-gosok tiada brentinja pada atas batoe.
Hei, orang toeal" menanja Soen Pin, „kaoe lagi kerdjaken apa di sitoe?"
,,Madjikankoe prempoean di roema." sa-oetnja si prempoean toea sembari menggo-sok teroes itoe besi, „jang lagi mengerdja-ken pendjaitan, kebetoelan tiada poenja dja-