-40-
Betoel seperti orang mengarti bitjara, saät mana sang matjan dengen menggoleng-golengken kepala dan menggojang-gojang boentoet, berdjalan pergi pelahan-pelahan sebentar poela ka djoeroesan rimba, aken terlinjap dari pemandengan orang.
Djikaloe sang matjan soeda berlaloe djaoe, baroelah Bang Koan brani toeroen ka bawah dengen hati lega.
Kiranja matjan tadi boekanlah ada binatang sembarangan, hanja adalah matjan sakti, piaraännja Kwi Kok Sianseng! Kedatengannja kemari, jalah djoega dengen membawa titahnja sang goeroe, oentoek menjoba serta mengoedji begimana adanja batin dan isi-peroetnja itoe kedoea pemoeda.
Samentara itoe, meliat Bang Koan soeda toeroen, Seen Pin lantas sadja membilang:
„Ja, sesoengggoenja di ini goenoeng bisa sekali moentjoel banjak bahaja dan rintangan jang tiada terdoega, maka itoe, kitaorang tiada boleh berajal-ajalan lagi. Hajo, mari lekas toeroen ka bawah.”
Demikianlah, kedoea soedara ini lantas boeroe boeroe toeroen ka bawah goenoeng, tapi di sitoe kombali iaorang moesti mengadepin rintangan, oleh kerna perdjalanannja terpegat oleh soeatoe soengi jang amat da-