-396-
lelah soeda linjap, sigra djoega laorang moe-lai menggotong lagi sang djoli, tapi tiada menoedjoe ka depan, hanja berbalik mem-biloek dan berdjalan teroes di sepandjang djalanan ketjil. Tiada antara lama, dari djaoe-djaoean orang moelai menampak samar-samar itoe podjokan benteng kota dari Ek Llang Shia.
Begitoepoen Soen Pin di dalem djoli, koetika memandeng keloear, lekas djoega ia bisa mengenalin benteng kota jang tertam-pak di depan itoe, adalah boekan laen dart Ek Liang Shia. Dalem hatinja sekoetika mana, mendadak djadi amat terkedjoet, diam-diam ia berpikir seorang diri, seraja katanja:
„Ach, tjilakal Akoe sekarang terdjato da-lem tangannja ini doea koertjatji jang hen-dak tjoba memperdajaken dirikoe. Djikaloe akoe sampe tergotong masõek dalem kota Ek Liang Shia, pastilah djiwakoe djadi kor-ban pertjoema."
Sembari berpikir sembari moeloetnja boe-roe boeroe membatja doanja, jang achirnja membikin dalem sekedjapan sadja pedoet jang tebel dan mega jang gelap soeda me-noetoepin begitoe roepa pada Ek Liang Shia, sehingga itoe satoe kota djadi tiada keliatan lagi, antero linjap dari pemandengan mata.