-361-
ini pengoeboeran masi tertoenda lagi.
Bahna kewalahan serta tiada dapet ten-tangin teroes-teroesan Bang Koan ampoenja kehendakan keras, apabolehboeat dengen menanggoeng keperihan hati seolah-olah dıirisin, Tjoe Haij kepaksa toeroet djoega membri prenta soepaja orang boleh moelai masoekin tana itoe peti-mati, serta langsoeng dioeroekin tana sedikit dengen sedikit.
Tatkala mana, orang tlada sanggoep ba-jangken begimana heibat adanja Tjoe Haij ampoența pengrasaän; hati sebagi dibakar. djantoeng mirip dikerik, oepama-kata satoe kali sang patjoel mengkeroek tana, satoe kali poela ia rasaken kesakitan hatinja, kaja jang dipatjoel boekan tana, tapi adalah hatinja sendiri.
Oh, Allah, tobat !" mengeloeh ta seorang diri, tadinja akoe tjoema pikir boeat bisa berkerdja oentoek membikin dia lebi siang terlolos dari negri ini; aken tetapi siapa njana dengen tindakan begitoe, berbalik moesti mengantarken diapoenja djiwa setjara amat sta-sia. Ja, Allah, soenggoe pertjoema sadja diapoenja boedí pertoeloengan jang sekean kali ada ditimpaken atas dirikoe, samentara sekarang di depan mata menjaksiken sendiri sebentar lagi dia bakalan terkoeboer idoep-