Lompat ke isi

Halaman:Soen Bang Yan Gie Vol 04.pdf/54

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

-292-

tempoeran jang memoetoesken.

Soen Pin tinggal mendengerin itoe pe-noetoeran dengen tiada berkata kata, sedeng apabila orang soeda bitjara birjara poela sampe sedikit lama, atawa hari poen moelat magrib; kedoea orang ini laloe sama ber-pisaän.

Besok harinja, di waktoe masi pagi sekali, Bang Koan telah bersiap serba lengkep, serta soeda mengadep Gwi Ong. laloe ta merapportken oedjaroja:

Sin kemaren tiada sengadja telah terdje-bak dalem tipoe kedjinja Soen Tjo, sampe menampak kekalahan. Hari ini, Sin ber-soempa aken moesti bisa menangkep idoeр-idoepan pada itoe gladak, baroelah bisa me-rasa poeas di hati."

Seabisnja oetjapken itoe perbilangan, Bang Koan sigra membawa pasoekannja kelcear dari kota dan langsoeng madjoe ka medan perang, aken kemoedian terdjadilah pertem-poeran sengit di sitoe antara kedoea fihak.

Pada saat mana, Scen Pin di dalem ke-bon boenga dari Tjoe Haij, ada goenaken lapoenja pengliatan mata jang loear biasa, mengawasin djalannja pertempoeran antara Jan dan Gwi, dengen menilik dari hawa peprangan antara kedoea fihak.