-268-
koetika telah perolehken itoe kebebasan; alangkah tapoenja bersoekoer dalem hati, boekan sadja ia sekarang soeda keloear darl dalem pendjara, djoega oleh baginda ta kom-bali dikasi pangkoe djabatannja jang lama.
Tempo soeda balik poelang ka gedongnja. ketemoeken Hoedjin, bahna terharoe dan piloenja hati, kedoea soeami-istri itoe djadi saling berpelokan dan menangis seseng-goekan.
„Ja," kata Hoedjin kemoedian, inilah se-moea ada tersebab kaoe tiada menoeroet betoel ramalan orang, sehingga menampak ini matjem bintjana. Tetapi sebaliknja, kaoe belon bisa meng ra, sebenernja ini hari orang slapakah jang telah menoeloeng padamoe?"
„Itoelah ada boedi kemoerahannja Toehan jang maha koeasa, Jang telah menggerakin hatinja baginda, makanja soekoer bisa pero-lehken kebebasan dan terloepoet dari mara-bahaja terseboet."
„Ach, inilah kaoe kliroe mendoega," kata poela Hoedjin sembari menggoleng-goleng-ken kepalanja, „ketahoeilah sekarang oleh-moe, bahoea ini semoea jalah ada dari ich-tirankoe sendiri. Kemaren djoega akoe telah dateng di Fie Tian Wan, dengen alesan membri sedekahan oewang, akoe bisa kete-