Lompat ke isi

Halaman:Soen Bang Yan Gie Vol 04.pdf/11

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

249

Selagi menangis bahna bersedihan,
Bisa djoega berbalik geli ketawaan ;
Berdiri dan doedoek berhari-harian,
Di depan tjoetjoeran senantiasa berkeloehan.

Empangan tjetek tiga meter kira-kira,
Ikan mas bermaen keliatan kentara ;
Orang siapakah jang maoe mengarah,
Itoe pantjingan iket pinggang soetra.

Sewaktoe orang lagi tiada merdoeli,
Akoe tiada herep akan dioetjoeli ;
Di mana akoe sampe berkali-kali,
Doenia ini dirasakan sempit sekali.

Kaloe sedja bida ditoeloeng, bida dilepaskan,
Ikan jang terkoereng boeat dimerdekaken ;
Dia brani kepada Naga dihadapken,
Itoe Laoetan besar oentoek diperreboetkan.

Apabila Tjoe Haji soeda mendengar abis ini njanjian, ia lantas menanja dengen soera pelahan:

„Eh. Sianseng ini boekankah ada poera-poera gila?”

Soean Pin tiada menjaoet barang sepata kata, sementara Tjoe Haji Kemoedian laloe membilang poela: