Lompat ke isi

Halaman:Soen Bang Yan Gie Vol 03.pdf/74

Dari Wikisumber bahasa Indonesia, perpustakaan bebas
Halaman ini telah diuji baca

-232-

menimpoek nimpoekin dengen sekean ba-njak nadjis-nadjis manoesia. Perboeatan jang begitoe terkoetoek, siapakah jang tiada aken merasa tiada gemes?"

„Ja, itoelah apa maoe dibilang," berkata itoe berbagi-bagi mantri, kitaorang djoega pada setiap hari berpapasan, setiap kali djoe-ga tentoe moesti alamin kedjadian jang tiada enak; kaloe boekan ditimpoek oleh loem-poer, tentoenja dengen segala roepa pasir atawa tana kotoran. Tetapi, terhadep pada orang gila, kita maoe bikin apa? Paling be-toelekarang, baekan prenta sadja kepala kampoeng mengcesir padanja berlaloe dari ini kota."

„Soedalah, Lłatwie, ini toch boekan ada perkara besar," kata poela Bang Koan, bi-arlah akoe nanti tjoba ichtiarken djalan se-baek baeknja terhadep itoe si edan."

____