-214-
anak sembari kakitangan melintjak - lintjak, sembari dari moeloetnja ada keloear perka-taan jang tetes amat kedengerannja, seraja membilang:
„Soen Pin! Kaoe haroes selekasnja me-noelis rampoeng ini soerat, ajahkoe soeda lama dan pegel menoenggoe boeat bisa lan-tas boenoe mati padamoel"
Si boedak ketjil jang sama sekali tiada mendcega bisa ada ini kedjadian, dengen moe-ka poetjet boeroe boeroe ia lantas mem-bawa itoe anak lari keloear dari sitoe; sa-mentara Soen Pin mendenger abis itoe per-bilangan, kombali ia seperti dapetken seroepa poekoelan heibat pada pikirannja.
„Ja," pikirnja kemoedian, bitjaranja anak ketjil, tentoe sekali tiada ada djoestanja, maka menilik dari sini, memang tiada salah lagi, Bang Koan pasti mengandoeng itoe niatan !"
Ia pikir dan pikir boelak-balik sampe se-djoeroes lamanja, tapi toch tiada djoega ia bisa dapetken barang soeatoe tipoe dan djalan boeat bisa melolosken dirinja. Dalem begitoe, tiba tiba ia dapet inget tempo hari waktoe hendak toeroen goenoeng, goeroe-nja perna menerimaken padanja seboeah kotak kajoe dengen pesenan, bahoea djika